Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Telisik Distribusi Masker, Kejari Periksa Seluruh Camat di Karangasem

10 Juni 2021, 20: 39: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

Telisik Distribusi Masker, Kejari Periksa Seluruh Camat di Karangasem

BERI KETERANGAN: Salah seorang camat memberikan keterangan soal distribusi masker di Kejari Karangasem, Kamis (10/6). (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Dugaan korupsi pengadaan 512 ribu lebih masker oleh Dinas Sosial Karangasem terus diselisik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem. Pemeriksaan perlahan mengerucut terkait proses distribusi masker ke kecamatan hingga desa. Semua camat di Karangasem pun diperiksa, Kamis (10/6). Jumlahnya delapan orang.

Diketahui pengadaan masker yang menelan anggaran Rp 2,9 miliar itu juga bermuara dari usulan masyarakat di beberapa desa. Untuk memastikan itu, penyidik memanggil delapan camat se-Kabupaten Karangasem sebagai saksi. Pemeriksaan fokus terkait proses pengadaan dan pendistribusian masker dari pemerintah setempat hingga tingkat desa.

Pantauan di kantor Kejari Karangasem, pemanggilan delapan saksi dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama, tim penyidik memeriksa empat camat, di antaranya Camat Abang, Kubu, Karangasem, dan Manggis. Dilanjutkan dengan sesi kedua dengan meminta keterangan Camat Rendang, Sidemen, Selat, dan Camat Bebandem.

Baca juga: Jelang Pesta Demokrasi, Bawaslu Bina SDM

Kasi Intelijen Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra menegaskan, pemanggilan delapan camat sebagai saksi memang relevan dalam proses perencanaan atau usulan pengadaan masker. Sebab usulan dari desa masuk di tingkat kecamatan, sebelum akhirnya diteruskan ke pemerintah kabupaten. Tiap kecamatan menyerahkan jumlah penduduk penerima masker setelah dilakukan revisi pengurangan warga pegawai negeri, TNI dan Polri.

Usulan tersebut kemudian masuk ke Dinas Sosial sebagai perangkat daerah pengampu program tersebut. Dewa Semara Putra menjelaskan, dalam laporan, ratusan ribu masker scuba tersebut selesai dikerjakan dua rekanan psrusahaan konveksi dalam waktu 25 hari. Seluruh masker kemudian didistribusi dengan penyerahan simbolis ke masing-masing kecamatan, September 2020 lalu oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri di wantilan kantor bupati. “Penyerahannya simbolis ke para camat lalu ke perbekel. Setelah ini kami evaluasi lagi tiap pekan. Siapa yang kami panggil tergantung tim penyidik,” ucap jaksa asal Bangli ini.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan, Camat Kubu I Nyoman Suratika mengakui, tim penyidik Kejari Karangasem hanya menanyakan proses awal pengadaan sampai distribusi masker ke kecamatan hingga desa. Pihaknya mengakui, Kubu mengusulkan 100 ribu masker yang kemudian alami revisi jumlah penerima menjadi 98 ribu masker saja. “Distribusi lancar,” jelas Suratika.

Hal serupa disampaikan Camat Sidemen AA Made Agung Suryajaya. Pihaknya pun mengaku menjawab apa yang diketahuinya. “Ditanyakan seputar proses awal dan pendistribusian masker ke desa, selain itu tidak ada,” ujarnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP