Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Gaji Dipotong, Petugas Krama Badung Sehat Mengeluh

10 Juni 2021, 20: 54: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gaji Dipotong, Petugas Krama Badung Sehat Mengeluh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta (DOK.BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Pemotongan gaji petugas Krama Badung Sehat (KBS) menimbulkan keluhan. Petugas yang ada di setiap desa di Badung ini mulai mempertanyakan gaji yang akan diterima selama kondisi pandemi Covid-19.

Menyikapi kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung  dr. Nyoman Gunarta mengakui, terkait gaji dan anggarannya masih dalam pembahasan. Kendati demikian, pihaknya mengaku untuk gaji dalam pembahasan memang ada pemotongan 30 persen. “Ini merupakan kebijakan pimpinan. Bahkan semua tenaga kegiatan di lingkungan Pemkab Badung akan dirasionalisasi dulu, karena pendapatan tidak memadai di tengah pandemi ini,” ujar dr. Gunarta saat dikonfirmasi Kamis (10/6).

Gunarta mengatakan, jika semua tenaga kegiatan dipotong, maka juga termasuk kepada petugas KBS dari sopir hingga tenaga kesehatannya. “Jadi semua kena 30 persen, di KBS kan ada bidan dan perawat, jadi mereka kena juga. Termasuk nanti jumantik dan tenaga HIV,” ucapnya.

Baca juga: Ini Makanan yang Harus Dihindari Penderita Maag

Pihaknya menjelaskan, pemotongan 30 persen itu sudah dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Badung (Bappeda). Sebab pemotongan yang dilakukan akan dilakukan sesuai dengan target pendapatan asli daerah (PAD). “Jadi target belanja kan harus disesuaikan semua. Tidak hanya tenaga kegiatan PNS juga kabarnya disesuaikan tunjangan penghasilan pegawai (50 persen,” jelasnya, sembari mengatakan semua sektor ini kena penyesuaian.

Disinggung mengenai jumlah petugas KBS di Badung, dokter asal Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Badung itu mengatakan petugas KBS ada di setiap desa. Bahkan setiap desa ada sebanyak 6 orang. Mulai dari sopir hingga tenaga kesehatan. “Di Badung kan ada 46 desa jadi dikalikan saja 6 totalnya yakni 276 orang petugas KBS itu,” bebernya.

Sayangnya mantan Dirut RSD Mangusada itu tidak merinci berapa nominal yang diterima pegawai KBS. Hanya saja pihaknya mengaku merata dan semuanya sama. “Saya lupa nominalnya, namun ada standarnya dan hitungannya. Yang jelas perawat di pecatu penerimaan upahnya pasti sama dengan yang di Petang,” pungkasnya. (esa)

(bx/wan/man/JPR)

 TOP