Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Ketua Organisasi Papua Merdeka di Merauke Ditangkap karena Sebar Hoaks

10 Juni 2021, 22: 12: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ketua Organisasi Papua Merdeka di Merauke Ditangkap karena Sebar Hoaks

DIPERIKSA: Penyidik Polres Merauke memeriksa tersangka EKM, 38 penyebar ujaran kebencian di media sosial, Merauke, Papua, Rabu (9/6/2021). (antara)

Share this      

JAKARTA, BALI EXPRESS- Ketua Komite Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (KNPB-OPM) wilayah Merauke berinisal EKM, 38 akhirnya ditangkap Satgas Operasi Nemangkawi. Dia ditangkap atas dugaan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian mengandung SARA.

"Satgas Operasi Nemangkawi menangkap pemilik akun 'facebook' atas nama Manuel Metemoko yang diduga telah menyebarkan informasi palsu atau hoaks, provokatif kebencian atau permusuhan individu maupun kelompok masyarakat dengan SARA," kata Humas Kasatgas Operasi Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (10/6).

Iqbal menyebutkan, penangkapan dilakukan Rabu (9/6) pukul 22.35 WIT oleh Satgas Siber Operasi Nemangkawi di rumahnya di Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Kelapa V, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua.

Baca juga: Prinsip Kesetaraan, Pasal Penghinaan Presiden Diminta Dihilangkan

"Saat ini tim Satgas Siber telah membawa tersangka ke Polres Merauke untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti yang diamankan," kata Iqbal.

Barang bukti yang disita, satu buah ponsel milik pelaku dan beberapa postingan di akun facebook atas nama Manuel Metemoko sebagai alat bukti.

EKM juga diketahui sebagai ketua I KNPB-OPM wilayah Merauke. Aparat melakukan upaya penegakan hukum terhadap pemilik akun 'facebook' tersebut karena telah membuat postingan yang meresahkan masyarakat.

Beberapa postingan yang diduga melanggar pidana antara lain, Adapun beberapa postingan yang diduga melanggar pidana antara lain, menyebarkan foto yang tidak sesuai dengan kejadian aslinya dengan keterangan foto tertulis "Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak Papua berhasil dibakar TPNPB pada Kamis (03/06)".

Kemudian, "Otsus gagal total, rakyat menolaknya dan menuntut referendum, ribuan pasukan dikirim, korban jiwa dimana-dimana, tokoh agama Katholik diteror OTK, issu teroris menggemah di tanah Papua. Pertanyaannya, Siapa peternak kejahatan kemanusian dan teroris di Indonesia dan Papua?", tulis akun facebook tersebut pada Jumat (4/6).

Menurut Iqbal masih banyak lagi postingan rasisme dan ujaran kebencian yang dianggap telah meresahkan masyarakat lainnya,

"Jangan membuat berita hoaks atau tidak benar, memprovokasi masyarakat dengan berita-berita kebencian yang berakibat permusuhan di bumi Papua, masyarakat ingin hidup damai," ujar Iqbal.

Atas perbuatannya, kata Iqbal, EKM diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008. (antara)

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP