Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Sarasamuccaya (30) : Dana Dikalahkan Dama

11 Juni 2021, 10: 33: 27 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sarasamuccaya (30) : Dana Dikalahkan Dama

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kitab Sarasamuccaya yang membahas perihal kehidupan dan moral umat, melaui Catur Warga atau Catur Purusaartha (Artha, Kama, Dharma, dan Moksa), salah satu kitab penting bagi umat Hindu.

Buku Sarasamuccaya yang diterjemahkan oleh I Nyoman Kajeng Dkk ini, diserikan untuk menambah wawasan umat tentang agama Hindu.

Danaddamo visisto hi danamunnatikaranam, data kupyati no dantastasmaddanat paro damah. Nihan kottamaning dama, dama ngaraning kopasaman, makahetu menget, wruhta mituturi manahta, yatika lewih sangkeng dana, ikang dana ngaranya, kirtti lawan uccapada, phalanika, ndan sor ika dening dama, apan ika sang data, dadi sira tan pakadrbyang dama, kataman krodhadi, kunang sang makadrbyaang dama, niyatanya tan wipatha sira apan atutur, matangnyan lewih tang dama sangkeng dana.

Baca juga: Rehat di Bali, Dara The Virgin Bisniskan Karakter Judesnya 

Terjemahan : Keutamaan dama adalah demikian ; dama artinya ketenangan hati, yang menyebabkan orang sadar, sanggup menasihati diri sendiri. Itu lebih utama dari dana,  yang dinamai dana itu membawa pahala nama harum dan kedudukan tinggi mulia. 

Namun, dana itu kalah oleh dama, sebab orang yang dermawan (orang yang melakukan pemberian sedekah, dana) dapat terjadi ia tidak mempunyai dama, sehingga dapat dipengaruhi oleh kemarahan dan lain-lainnya. Akan tetapi orang yang memiliki dama, ketenangan hati, niscaya ia tidak tersesat, karena senantiasa sadar, oleh karena itu lebih utama dama daripada dana. 

Nodakaklinnagatro hi snata ityabhidhiyate, sa snato yo damasnatah sa bahyabhyantarasucih. Lawan ta waneh, tan ikang ateles winasehan sariranya, ktikang madyus ngaranya, kunang ikang prasiddhadyus ngaranya, ika sang makadrbyang dama juga, sang sinanggah danta, si tikadyus ling sang pandita, cuci ring wahyabhyantara.

Terjemahan : Dan lagi, bukan orang yang tubuhnya basah karepa dibasuh dengan air, disebut mandi melainkan orang yang disebut sungguh-sungguh mandi, sebenarnya adalah orang yang memiliki dama, yang juga disebut danta (suci). Orang yang demikian itulah benar-benar mandi menurut kata sang pendita, suci bersih lahir bathin. 

(bx/adi/rin/JPR)

 TOP