Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Anda Kacacar (13) :  Cacar dan Sakit Persendian 

11 Juni 2021, 12: 01: 09 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Anda Kacacar (13) :  Cacar dan Sakit Persendian 

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali'. 

Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.

Cacar dan terasa sakit pada persendian dan bengkak. Sarana : daun dause gede (Justica gendarusa L.f. Acanthaceae) yang kuning, kunir Curcuma longa L. Zingiberaceae) 3 iris, garam uku, sembar dan untuk bedak. 

Baca juga: Hanya Residu ke TPA, Berkembang Jadi Urban Farming

Cacar dan puwuh rusak. Sarana : air gamongan (Zingiber Cassumianar Roxb), air lawos, air beras, ukuran sama, badan disembar sebagai dasarnya. Sarana lainnya : anak pohon pisang ketip, daun kakrepetan, lawos kapur, beras merah, sembar.

Obat cacar kalau sudah kering. Sarana : tunas gamongan (Zingiber Cassanumianar Roxb), untuk menggosok dan mengusap, terus dimandikan. 

Obat cacar kalau sudah mengelupas. Sarana : kulit mangga hijau (Bali : poh ijo) yang telah dihaluskan, buah pinang (Areca catechu L. Palmaceae) yang telah tua dibakar, lawos 3 iris, beras merah.

Obat cacar, mata ditumbuhi bintik. Sarana : balegom arum, dicampur buah delima (Punica granatum L. Punicaceae), garam uku, diambil sari patinya, dioleskan. Cara untuk menghilangkannya, dengan kuncup pandan 3 pucuk dan mantra. 

Bedak sebelum terkena cacar. Sarana : daun lampeni (Ardisia elliptica thumb), daun paya (Momordica charantia L. Cucurbilaceae), puwuh (jenis yang kecil).

Ketahuilah, orang diserang penyakit cacar, sebentar terasa dingin dan sebentar panas, kadang-kadang menggigil, dan panasnya tinggi, selalu ingin minum, lalu lemah tiada keluar kata-kata, putih mata seperti sembab, bibir bening, denyut nadi berdebar, sakitnya ini menyulitkan. 

Kalau bintil tidak keluar, maka penyakit ada di dalam. Penyakit di dalam itu bernama puwuh minyak, taruna, utara, kedi (banci), lingga. Agar keluar minumlah jamu. Sarana : umbi bahung (Crinum Asiaticum L. Liliaceae) bawang putih (Allium sativum L. Liliaceae), bakung diberi gambar orang banci. 

Membuat jamu dengan petunjuk yang telah ditentukan berupa sajen dan doa, sesudah itu dimandikan. 

Obat cacar yang rusak. Sarana : akar pacah-putih, akar katang-katang putih (Iponoca Peseaprae roth), paye puwuh (Momordica charantia L. Cucurbitaceae), diminum. Air mandinya dicampur kacang hijau (Phaseolus radiatus L. Leguminosaceae). 

Cacar sering minum air. Sarana : daun kemuning (Murraya paniculata L. Jacq. Rutaceae), daun liligundi (Vitex trifolia L. Verbenaceae), daun sembung (Blumea Balsamifera L. DC. Asteraceae), dicampur dan diminum. 

Cacar suka menggaruk badan, bernama puwuh baligo, sirih (Piper Betle L. Peperaceae), ditumbuk, dipakai bedak. 

Cacar dan mencret. Sarana : akar silaguwi (Sida Rhombifolia L. Molvaceae) akar paspasan (Cuccinia cordifolia cogn. Cucurbitaceae), akar bayam lalahan, akar rumput belulang (Eleusine indica L. Gaerth Graminaceae) akar keben-keben (Barringtonia speciosa forst), air remasan ketan gajih (Orysa sativa L. Alatinos), campuran yang matang biji lenga (Sesamun Indicum L) adas (Foeniculum vulgare Mill Umbelliferaceae) diminum. 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP