Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

8 Napi Lapas Perempuan Minum Nutrisari Campur Disinfektan, 1 Tewas

11 Juni 2021, 13: 34: 26 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

8 Napi Lapas Perempuan Minum Nutrisari Campur Disinfektan, 1 Tewas

Kalapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Lili. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ada-ada saja kelakuan delapan (8) narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Denpasar. Mereka dilarikan ke RSUP Sanglah lantaran menenggak oplosan nutrisari dicampur dengan disinfektan. Naas, satu diantara kedelapan napi tersebut akhirnya tewas.

Kepala Lapas Perempuan Denpasar, Lili, dikonfirmasi Jumat (11/6) menerangkan, awal mula peristiwa itu diketahui kala kedelapannya dibawa ke klinik Lapas lantaran mengeluh sakit perut mengaku karena maagnya kambuh, Kamis (10/6). 

Namun, saat ditangani oleh dokter, mereka mulai muntah-muntah, sihingga membuat pihak Lapas curiga. Ketika didesak barulah mereka mengakui perbuatannya. Diduga mereka meminum oplosan nutrisari dengan disinfektan  sehari atau dua hari sebelumnya.

Baca juga: Sarasamuccaya (30) : Dana Dikalahkan Dama

"Awalnya itu mereka datang ngeluh ke dokter bilangnya maag, perut kami sakit gitu. Didesaklah untuk ngaku makan apa, eh akhirnya ngaku minum nutrisi dicampur disinfektan," ujarnya. 

Pengakuan itu tentu saja mengagetkan pihak Lapas, sehingga dengan sigap warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini, langsung dilarikan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah sekitar pukul 10.00 Wita.

Diungkapnya, disinfektan tersebut memang digunakan untuk protokol kesehatan Covid-19 di dalam Lapas. Tetapi, tanpa diduga, sisanya malah disalahgunakan oleh para napi yang terjerat kasus Narkoba itu. "Kan disinfektan untuk protokol kesehatan, sisa sedikit malah disalahgunakan sama mereka, mereka ini kasus Narkoba, di lapas kami ketat gak ada narkoba, mereka mencuri kesempatan," tambahnya. 

Walaupun telah mendapatkan penanganan medis dari RSUP Sanglah, sayangnya salah satu napi tak tertolong jiwanya dan meninggal dunia. "Kami sudah usahakan dengan cepat demi keselamatan mereka agar dapat penaganan di RS Sanglah, tapi mau bagaimana lagi, satu meninggal," pungkasnya. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP