Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Napi Narkoba Berulah, 1 Tewas

Narkoba Sulit, 21 Napi Wanita Tumbang Minum Nutrisari Plus Disinfektan

11 Juni 2021, 16: 35: 45 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Narkoba Sulit, 21 Napi Wanita Tumbang Minum Nutrisari Plus Disinfektan

NUTRISARI : Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Lili dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, Suprapto, beri keterangan terkait napi minum Nutrisari campur disinfektan. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Narapidana Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar  yang  masuk rumah sakit lantaran pesta minuman Nutrisari campur disinfektan kian bertambah.

Sebelumnya hanya delapan orang yang  dirawat di RSUP Sanglah dan satu meninggal dunia. Ternyata setelah ada yang meninggal, napi lainnya mengakui ikut minuman oplosan tersebut hingga yang dirawat kini menjadi 21 orang.

"Setelah adanya napi yang meninggal, yang di dalam (napi lain) jadi resah, mereka melapor dan mengaku ikut minum. Ada yang mengeluh dadanya terasa panas dan sesak. Hingga sekarang total yang dirawat 21 orang dari tiga blok,” terang Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Lili,  Jumat (11/6). 

Baca juga: 8 Napi Lapas Perempuan Minum Nutrisari Campur Disinfektan, 1 Tewas

Usut punya usut, ternyata sebagian besar dari napi yang dirawat ini tidak menyadari bahwa campuran nutrisari tersebut adalah disinfektan. Mereka mengira dicampur alkohol.

"Mereka semua ini kan napi Narkoba, karena tidak ada Narkoba di Lapas kami, mereka mencari cara lain, yakni mabuk-mabukan. Mereka kira itu alkohol yang dicampur, yang oplos ini tidak kasi tau," bebernya lagi. 

Dikatakannya, disinfektan tersebut diambil oleh oknum pengoplos dari ruang penyimpanan. Karena di masa pandemi, pihak Lapas menerapkan kewajiban kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk membersihkan kamar mereka sendiri, termasuk menyemprotkan disinfektan sambil tetap diawasi.

Ketika pengawas lengah itulah mereka mengambil sedikit sisa dari penyemprotan, lalu disalahgunakan. Sementara nutrisari sendiri memang mudah didapatkan di koperasi dalam Lapas. 

Dikatakan Lili, para napi ini minum oplosan tersebut, Selasa (8/6) dan Rabu (9/6), tetapi reaksinya baru terjadi keesokan harinya. Kini total 21 napi perempuan itu telah dirawat di RSUP Sanglah dan sebagian sudah mendapatkan kamar. Ada dua napi kondisinya menurun dan kritis. Satu orang meninggal Jumat (11/6) pukul 05.07 Wita.

Napi yang meninggal berinisial RP, 25, asal Jakarta. Korban telah menjalani masa tahanan selama dua tahun dari vonis lima tahun. "Pihak keluarga sudah dihubungi, kami akan perketat penjagaan agar hal serupa tidak sampai terulang lagi," tegasnya. 

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, Suprapto, menjelaskan hal senada, untuk meningkatkan pengawasan di dalam Lapas. Selain itu, tindakan yang dilakukan oleh para napi itu, terutama pengoplos memiliki konsekuensi berupa sanksi.

"Kami menginstruksikan untuk memperketat pengawasan, ada sanksi berupa pencabutan hak-hak seperti remisi dan asimilasi akan ditunda, yang akan diberikan kepada para napi ini, terutama yang ngoplos dan mengetahui minuman itu adalah disinfektan. Sementara yang lain kan korban, karena tidak tahu. Tetapi tetap semuanya diperiksa saat sudah baikan nanti," bebernya. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP