Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Berkas Kasus Pemerkosaan Dilimpahkan, Penyidik Tunggu Petunjuk JPU

11 Juni 2021, 17: 05: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Berkas Kasus Pemerkosaan Dilimpahkan, Penyidik Tunggu Petunjuk JPU

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Laorens Rajamangapul Heselo. (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Kasus pemerkosaan terhadap karyawati salah satu toko modern di Gianyar yang sempat membuat publik geger kini berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gianyar. Sehingga saat ini penyidik kepolisian pun masih menunggu hasil penelitian berkas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seperti halnya yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Laorens Rajamangapul Heselo yang dikonfirmasi Jumat (11/6). Dirinya menjelaskan bahwa berkas perkara pemerkosaan dengan TKP di Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar, itu pun telah dilimpahkan tahap I ke Kejari Gianyar. "Kalau tidak salah minggu lalu, tinggal menunggu hasil penelitian berkas dari teman-teman Kejaksaan," tegasnya.

Lebih lanjuta dirinya mengatakan bahwa selama proses penyidikan pihaknya memeriksa sekitar 8 saksi untuk 5 orang tersangka yang telah ditetapkan. 

Baca juga: Narkoba Sulit, 21 Napi Wanita Tumbang Minum Nutrisari Plus Disinfektan

Dan berdasarkan hasil penyidikan, diketahui jika antara korban dengan tersangka tidak ada hubungan spesial dan hanya berteman biasa. Pihaknya juga tidak menemukan adanya foto bugil yang digunakan untuk mengancam korban. "Itu hanya alibi pelaku untuk mengancam korban. Setelah dicek itu memang tidak ada, jadi itu hanya sebagai wujud pengancaman untuk membuat korban tidak berdaya dan mau mengikuti kemauan pelaku," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan bahwa korban MACD, 19, diperkosan oleh lima tersangka masing-masing berinisial AG, 25, CA, 22, PR, 41, AAGD, 27, dan GNAC, 30, ditanah kosong yang ada di Banjar Kertawangsa, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar, pada Jumat tanggal 30 April 2021 sekitar pukul 23.30 WITA. Pelaku AG dan CA telah mengenal korban sebelumnya, kedua pelaku lah yang menjemput korban ditempat kerjanya kemudian mengajak korban ke TKP. Di TKP korban kemudian diperkosa secara bergiliran.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP