Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Panas Bumi hingga Arus Laut, Sumber EBT yang akan Dikembangkan di Bali

11 Juni 2021, 17: 53: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Panas Bumi hingga Arus Laut, Sumber EBT yang akan Dikembangkan di Bali

MELIMPAH: Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ketersediaan sumber energi baru terbarukan (EBT) dipastikan cukup melimpah di Bali. Berbagai potensi EBT itu mulai dari panas bumi hingga tenaga arus laut.

Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Putu Putrawan menyebutkan, potensi EBT yang dapat dikembangkan di Bali antara lain tenaga panas bumi sebesar 65 MW yang berlokasi di Banyuwedang, Seririt, Batukaru, Penebel, Buyan dan Beratan dan Kintamani.

“Potensi lainnya seperti tenaga air sebesar 30 MW, tenaga surya 100 MWp. Potensi tenaga sampah 15 MW, tenaga angin 30 MW, dan tenaga arus laut sebesar 12 MW,” ujar Putrawan, Jumat (11/6).

Baca juga: Panjat Tebing Terganjal Dana, Belum Pasti Ikuti Uji Tanding

Lebih lanjut dijelaskan, total bauran energi EBT terhadap seluruh sumber energi listrik lainnya di Bali saat ini sebesar 0,12 persen. Pihaknya mengaku terus berupaya agar bauran tersebut terus meningkat. “Kami berupaya agar angka ini dapat meningkat di tahun-tahun mendatang untuk mencapai 23 persen pada bauran energi di tahun 2025 sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan bauran energi ini adalah dengan memanfaatkan pembangunan photovoltaic (PV) pada atap-atap bangunan. Termasuk di berbagai kantor PLN. Hingga kini, total pelanggan PLTS di Bali ada sebanyak 128 pelanggan.

“Menurut data kami, total pelanggan PLTS atap di Bali baik yang on grid (tersambung ke jaringan PLN, Red) maupun tidak, saat ini sebanyak 128 pelanggan dengan total kapasitas 1.514.447 Wp, dan kami yakini jumlah ini akan bertambah,” sebutnya.

Pihaknya menambahkan, untuk mendukung penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Penggunaan Energi Bersih, selain memanfaatkan atap bangunan untuk dipasang PV, PLN juga melakukan berbagai langkah lain seperti kerjasama dengan pemerintah daerah maupun pengembang yang ingin membangun pembangkit EBT. 

“PLN telah menerapkan Bali Eco Smart Grid dengan tujuan untuk menjaga keandalan dan stabilitas suplai tenaga listrik, peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi CO2,” jelasnya.

Konsep smart grid ini merupakan sistem jaringan listrik yang secara cerdas mampu mengintegrasikan aksi-aksi dari seluruh komponen yang tersambung di dalamnya. Berbagai komponen itu mulai dari pembangkit, perangkat transmisi, distribusi, hingga konsumen. Sehingga dapat menghantarkan listrik dengan lebih efisien, berkelanjutan, ekonomis, aman dan dengan keandalan yang tinggi.

“Dengan adanya pilihan dari pembangkit terutama yang terbarukan, dalam smart grid ini memungkinkan pembangkit-pembangkit terbarukan masuk ke dalam sistem secara on grid. Sehingga pilihan pembangkit lebih beragam dan konsumen dimungkinkan untuk membangkitkan listriknya sendiri. Misalnya dengan menggunakan PV Rooftop dan terjadi proses transaksi saling mengisi secara offset,” tutupnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP