Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Ini Tips Waspadai Bahaya Blind Spot Saat Berkendara

11 Juni 2021, 19: 28: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ini Tips Waspadai Bahaya Blind Spot Saat Berkendara

BLIND SPOT: Tips hindari terjadi kecelakaan pada blind spot. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sepeda motor memang kendaraan yang pas untuk berkelana karena lincah, menyenangkan dan efisien karena berdimensi lebih kecil. Namun, berpotensi sulit terdeteksi di area blind spot kendaraan lain yang lebih besar.

“Seringkali pengendara kurang berhati-hati ketika berada di samping atau belakang kendaraan yang memiliki ukuran besar. Sehingga tanpa sadar pengendara sepeda motor berada pada posisi blind spot yang berpotensi terlibat dalam kecelakaan ketika berkendara,” ujar Manager Safety Riding AHM, Johanes Lucky, Jumat (11/6).

Blind spot merupakan “titik buta” kendaraan yang tidak bisa dijangkau oleh mata pengendara dan spion standar kendaraan. Untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan akibat “titik buta” tersebut, ada tips-tips untuk mengantisipasinya.

Baca juga: Petugas Kebersihan Di Desa-Desa Ketar-ketir, Terancam Tak Dapat Gaji

“Pahami dan ketahui area blind spot kendaraan kita dan juga kendaraan lain dengan mengikuti pelatihan safety riding agar mampu memprediksi bahaya apa saja yang dapat terjadi ketika bekendara,” katanya. “Pastikan area blind spot kita secara visual dengan melihat ke kanan atau ke kiri sebelum berubah arah atau lajur kendaraan. Alternatif lainnya, dapat juga memasang spion tambahan untuk meminimasi area blind spot kita,” imbuhnya.

Kemudian, fokus mata dan pendengaran saat berkendara untuk memaksimalkan kewaspadaan kita terhadap lalu lintas jalan. Untuk itu, hindari mendengarkan musik dengan headset saat berkendara. Serta hindari menggunakan knalpot tidak standar karena berpotensi menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan kita saat berkendara.

“Selalu memposisikan di area luar blind spot kendaraan lain agar terlihat oleh kendaraan lain. Bunyikan klakson atau lampu untuk melakukan konfirmasi kepada pengguna jalan lain bahwa apabila kita berada pada area blind spot-nya dan segera keluar dari area blind spot tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, perlunya pengendara untuk menggunakan perlengkapan berkendara yang terlihat, sehingga tidak mudah terabaikan oleh kendaraan lain. Serta Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara.

“Semakin besar suatu kendaraan maka “titik buta” saat berkendaranya semakin luas. Selain memahami posisi blind spot suatu kendaraan, pengendara juga harus menerapkan cari aman dalam berkendara sehingga meminimalisir resiko kecelakaan,” pesannya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP