Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Curi HP Teman, Tiga Anak di Bawah Umur Bersekongkol 

11 Juni 2021, 19: 43: 12 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Curi HP Teman, Tiga Anak di Bawah Umur Bersekongkol 

JONGKOK: Ketiga bocah hanya bisa terjongkok lesu saat diamankan petugas kepolisian. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Dua orang anak di bawah umur terpaksa diamankan Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali lantaran nekat mencuri Handphone (HP). Pencurian itu diungkap berdasarkan Pengaduan Masyarakat No Reg Dumas 359/VI/2021/Bali/Resta Dps/Sek Densel, tanggal 7 Juni 2021. Ironisnya, diduga ada satu anak lagi yang diamankan karena menerima uang hasil curian.

Kedua bocah yang melakukan pencurian adalah BRFG, 15 dan YBD, 16. Sedangkan rekan mereka yang  menerima uang tutup mulut adalah FRI. Ketiganya masih duduk di bangku SMA. Ternyata pelapor, yang jadi korban adalah teman mereka PAMS, 16, dan pencurian terjadi di rumahnya di kawasan Jalan Tukat Yeh Aya, Renon, Denpasar Selatan. 

Direktur Reskrimum Polda Bali, Kombespol Djuhandani Raharjo Puro, dikonfirmasi terpisah menjelaskan, peristiwa itu terjadi malam hari, kala korban sedang tertidur di rumahnya. HP yang dicuri adalah Vivo Y20 warna biru, sehingga membuat korban mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 juta. 

Baca juga: Temui Kementerian Lingkungan Hidup, Tamba Bahas Wisata Alam TNBB

"Berdasarkan laporan korban, anggota melakukan penyelidikan, hingga diketahui, pelaku mengarah kepada kedua anak, yakni BRFG dan YBD, dan berhasil kami amankan di lokasi berbeda pada Kamis (10/6) pukul 19.00 Wita," ujarnya. 

Awalnya petugas menghimpun informasi dari orang yang membeli HP curian itu. Orang tersebut mengaku membeli HP dari BRFG seharga Rp 600 ribu. BRFG diciduk di Jalan Tukad Yeh Aya, Renon, Denpasar Selatan. Sedangkan YBD di kawasan Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan. 

Saat diinterogasi, mereka mengaku menyatroni rumah korban pada malam hari dengan masuk melalui jendela kamar yang tidak terkunci. Hasil penjualan HP dibagi oleh mereka. BRFG memperoleh hasil paling banyak sebesar Rp 300 ribu. Sedangkan sisanya untuk YBD Rp 150 ribu, dan diberikan kepada FRI Rp 150 ribu sebagai uang tutup mulut karena mengetahui pencurian HP tersebut.

Meski mereka mengaku baru pertama kali, pihaknya masih melakukan pengembangan. Kasus ini dan ketiga bocah pun telah diserahkan Polda ke Polsek Denpasar Selatan. "Karena para pelaku masih di bawah umur, nama mereka disamarkan. Sementara dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Tentu penanganan dengan memperhatikan UU perlindungan anak," pungkasnya. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP