Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Dampak Kampus Mengajar Luar Biasa bagi Pendidikan

11 Juni 2021, 20: 59: 29 WIB | editor : I Putu Suyatra

TAKLIMAT MEDIA: Tangkapan layar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri di Jakarta, Jumat (11/6).

TAKLIMAT MEDIA: Tangkapan layar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri di Jakarta, Jumat (11/6). (ANTARA)

Share this      

JAKARTA, BALI EXPRESS-Kolaborasi pendidikan tinggi melalui Kampus Mengajar perlu dilakukan untuk perkembangan pendidikan di Indonesia. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri dalam taklimat media, Jumat (11/6).

“Khususnya pada jenjang SD. Pada semester ini, Dikti dan Dikdas telah berkolaborasi memberi dampak positif terhadap kemajuan dan perkembangan 4.000 SD di Indonesia,” ungkapnya.

Jumeri mengakui tak mudah bagi mahasiswa melakukan perubahan-perubahan dan menginisiasi kemajuan-kemajuan di SD. Tapi, dengan ketekunan, keberanian, dan kreativitas, akan banyak cerita baik, praktik-praktik baik yang terjadi di SD, yang bisa disebarkan dan dicontoh masyarakat.

Baca juga: TWK Pegawai KPK Sah dan Legal

Pada semester depan, lanjutnya sekolah-sekolah akan mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). “Sudah tentu, kehadiran mahasiswa akan sangat membantu kelancaran PTM, karena platform pembelajaran kita masih kombinasi antara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan PTM dan kita sadar bahwa penyebaran COVID-19 masih belum sepenuhnya terkendali,” katanya.

Ditjen Dikti membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali bergabung dalam Program Kampus Mengajar Semester Pertama Tahun Ajaran 2021/2022. Para mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapat insentif dari pemerintah dan mendapatkan kredit dalam Sistem Kredit Semester (SKS) atas seluruh karya dan kinerja dalam partisipasi Kampus Mengajar selama tiga bulan.

Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Nizam mengatakan pengalaman para mahasiswa luar biasa. Manfaat yang dirasakan guru dan siswa yang dibimbing, lanjutnya diinspirasi oleh mahasiswa. “Berbagai inovasi dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan berbagai pengalaman yang tak ternilai harganya telah dialami oleh 14.621 mahasiswa tadi,” ujarnya. (ant)

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP