Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Terbentur Radius Areal Suci, Desain Tol di Sejumlah Titik Bergeser

11 Juni 2021, 21: 17: 19 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Terbentur Radius Areal Suci, Desain Tol di Sejumlah Titik Bergeser

TOL : Surat undangan sosialisasi tol Gilimanuk-Mengwi bagi pemilik lahan terdampak yang dibagikan di Kantor Bupati Tabanan, Kamis (10/6) lalu.   (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Meski akan segera disosialisasikan kepada masyarakat terdampak, pembangunan tol Mengwi-Gilimanuk rupanya masih mengalami penyesuaian atau perubahan desain.

Penyesuaian itu dikarenakan jalur yang ada pada desain saat ini, mesti disesuaikan dengan radius kesucian di beberapa titik atau sejumlah desa.

Karena itu, sosialisasi yang akan dijadwalkan mulai awal pekan depan, belum sepenuhnya bisa dilaksanakan di beberapa desa.

Baca juga: Anak Bunuh dan Ikat Ayah Kandungnya Sendiri, Ini Penyebabnya

Titik-titik perubahannya ada di enam desa. Di antaranya di Desa Tegaljadi, Wanasari, Buahan, dan Tunjuk yang ada di Kecamatan Tabanan. Selanjutnya di Desa Marga dan Selanbawak di Kecamatan Marga.

“Penyesuaian ini untuk menghindari beberapa pura. Sehingga (jalurnya) masih geser-geser. Informasinya kan dari Desa Antosari ke timur masih ada geser-geser (titik),” jelas Camat Marga, I Gusti Agung Alit Adiatmika, Jumat (11/6).

Dari sosialisasi terakhir di Kantor Bupati, Kamis (10/6) yang lalu, kata dia, titik pembangunan tol untuk di Kecamatan Marga sudah positif di utara Desa Kuwum.

“Disebutkan kena 20 orang di Desa Kuwum. Tapi waktu undangan ke Jayasabha, mereka tidak diundang. Kemarin juga waktu sosialisasi terakhir tidak ada. Artinya jalur tol positif di utaranya Desa Kuwum,” jelasnya.

Disinggung mengenai undangan sosialisasi, Alit menyebutkan bahwa sosialisasi untuk di Kecamatan Marga akan dilaksanakan 16 Juni 2021 mendatang. Sebab pada 14 Juni 2021, di Kecamatan Marga sedang diagendakan vaksinasi massal. “Undangannya sudah disebarkan di tingkat desa,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Tabanan, pembangunan jalan tol Mengwi-Gilimanuk ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 17 Triliun.

Pembangunan tol ini akan dilakukan oleh konsorsium. Dan, ground breaking direncanakan pada Desember 2021 yang menandai dimulainya proses pembangunan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bali, Putu Suarjana, menyebutkan bahwa desain dari tol Mengwi-Gilimanuk sangat spesifik. Mengingat ini merupakan tol darat yang pertama kalinya di Bali.

“Agak spesifik memang. Dalam desainnya direncanakan setiap perlintasan yang menuju jalur religius, seperti jalur untuk melasti, ke pura, ke kuburan, akan dibangun di atas tol. Tidak di bawah,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan, desain jalur tol ini pada beberapa titik simpulnya akan terhubung ke rest area. Kemudian dilengkapi juga dengan jalur sepeda motor dan sepeda gayung.

“Tol Mengwi-Gilimanuk ini kan kelanjutan dari pembangunan tol di Jawa. Tetapi yang sudah menjadi rencana di Bali, dalam waktu singkat ini, dari Gilimanuk menuju Sumber Klampok. Dari Sumber Klampok menuju Celukan Bawang. Dari Celukan Bawang lagi menuju tol Mengwi-Gilimanuk. Nah dari simpul Mengwi inilah yang (menjadi) tapak daranya Pulau Bali,” ujar Suarjana. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP