Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Datang dari Lombok, Guru Asal Gianyar Ditemukan Tergeletak di Jalan

12 Juni 2021, 11: 31: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Datang dari Lombok, Guru Asal Gianyar Ditemukan Tergeletak di Jalan

AMOR ING ACINTYA: Wayan Nirta dilarikan ke Puskesmas Manggis I oleh personel Polsek Padangbai, Jumat (11/6) malam. Guru asal Gianyar itu dinyatakan meninggal. (Istimewa)

Share this      

Baca juga: Indonesia Kalah 0-5 dari UEA, Jadi Tim dengan Pertahanan Terburuk

KARANGASEM, BALI EXPRESS – I Wayan Nirta belum sempat bertemu anggota keluarga di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Dia baru saja tiba di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, Jumat (11/6) petang selepas menjalankan tugas sebagai guru di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Begitu pula sebaliknya. Anggota keluarga Nirta selalu menanti kepulangannya tiap pekan.

Kabar duka justru didapat keluarganya di Gianyar. Nirta pulang dalam kondisi tidak bernyawa setelah ditemukan tergeletak di jalan desa depan Balai Budaya Desa Padangbai, Jumat (11/6) sekitar pukul 19.50. Saat itu, pria 58 tahun tersebut hendak mengambil motor yang dititip di halaman parkir Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Padangbai. Kemudian rencana pulang ke rumahnya di Gianyar.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai Kompol I Made Suadnyana menyebut, jasad korban pertama kali diketahui Aipda Dwi Widiarto, anggota Polsek Manggis yang tengah melintas di jalan Banjar Melanting menuju Banjar Mimba, desa setempat sekitar pukul 20.00. Dwi kemudian meminta bantuan satu warga lain untuk ikut memindahkan tubuh Nirta dari tengah jalan ke warung di pinggir jalan raya.

Sementara itu anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Padangbai Aipda I Gede Agus Prayuda yang saat itu sedang melaksankaan tugas jaga di pintu masuk pelabuhan, turut membantu. “Sempat diberi pertolongan awal, menekan-nekan dada korban karena diduga pingsan. Tapi diamati justru tidak bernapas,” jelas Suadnyana. Karena khawatir terlambat pertolongan, Nirta dilarikan ke Puskesmas Manggis I di Desa Antiga.

Mantan Kasat Lantas Polres Karangasem ini menguraikan, hasil pemeriksaan luar memang tidak ada unsur pidana. Jasad pria paruh baya itu nihil tanda dari tindakan kekerasan. Meski begitu, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Anggota keluarga pun datang untuk menjemput jenazah Nirta pulang ke Gianyar, Minggu (12/6) dini hari. “Keterangan keluarga, memang bapak ini rutin pemeriksaan paru-paru setiap bulan. Kalau penanganan Covid-19, korban sudah diperiksa rapid test antigen sebelum tiba di Bali dan hasilnya negatif,” tegas Suadnyana.

Wayan Nirta sudah bertahun-tahun berprofesi sebagai guru dan belakangan diketahui bertugas di Praya, Lombok Tengah, NTB. Suadnyana menambahkan, Wayan Nirta memang tiap pekan bolak-balik Bali-Lombok untuk mengajar di salah satu sekolah di Lombok Tengah. Saat libur akhir pekan, Nirta menyempatkan pulang ke Gianyar.

Saking seringnya, Wayan Nirta sudah dikenal beberapa pegawai di Balai Karantina Pertanian Padangbai. Nirta kerap menitip motor di parkiran Balai Karantina lalu kemudian jalan kaki ke dermaga Pelabuhan Padangbai. Bahkan sebelum ditemukan tergeletak depan balai desa, seperti biasa, Nirta yang baru turun dari kapal berencana mengambil motor yang dia titip. Belum sampai di sana, Nirta tersungkur.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP