Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Dirumahkan, Lia Buka Usaha Dimsum Omzet Rp 1 Juta Sehari

13 Juni 2021, 17: 19: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dirumahkan, Lia Buka Usaha Dimsum Omzet Rp 1 Juta Sehari

DIMSUM MURAH: Usaha Dimsum Gerobak milik Lia Agustina yang berada di Jalan Pulau Buton, Denpasar. (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Usaha kuliner nampaknya menjadi bidang yang menjanjikan di kala pandemi Covid-19 ini. Terutama bagi ‘para korban’ yang dirumahkan oleh tempatnya bekerja. Salah satu yang menggeluti kuliner sebagai ladang usaha barunya ialah Lia Agustina.

Perempuan asal Banyuwangi ini mencoba peruntungannya lewat usaha kuliner dengan membuka gerai bernama Gerobak Dimsum. Pada awalnya, dia bercerita, bagaimana cara untuk menarik pasar dengan target sasaran anak-anak milenial. Dengan akun sosial medianya, dia mulai berselancar mencari referensi usaha.

“Referensi saya kumpulkan, dan saya akhirnya tertarik untuk usaha di bidang kuliner. Saya melihat sepertinya peluang untuk berjualan dimsum lumayan juga. Awalnya saya mau franchise dengan salah satu brand namun tidak bisa, dan akhirnya saya membuka gerai dimsum sendiri, dan itu modal nekat semua,” bebernya saat diwawancara, Minggu (13/6). 

Baca juga: Parwata Minta Kantor Perbekel Sibang Kaja Segera Diperbaiki

Lia memperoleh bahan dagangannya dari saudaranya di Banyuwangi yang secara kebetulan memproduksi dimsum secara homemade. Setelah bekerjasama dan menyepakati harga dengan saudaranya, Lia pun bergegas mulai mempersiapkan usahanya. 

“Setelah itu saya mencari tempat (berjualan, Red) dan dapat di Jalan Pulau Buton, Denpasar ini. Sebenarnya awalnya dananya kurang, akhirnya minta sama orangtua untuk tambahan, Alhamdulillah dikasih,” katanya yang baru berusia 21 tahun tersebut.

Pada hari pertama dan kedua berjualan konsumen yang datang cukup ramai. Namun berjalan seminggu, ia mulai merasakan sepinya pembeli. Kemudian ia mencoba untuk mempromosikan dimsumnya di seluruh sosial media. 

Sementara untuk modal awal Gerobak Dimsum, Lia menggelontorkan dana sebesar Rp 14 juta. Dalam seharinya, Lia bisa mengantongi Rp 1 sampai Rp 2 juta rupiah.

“Perhari kadang kalau ramai dapat Rp 2 juta lebih, kalau sepi Rp 1,5 juta itu kotornya. Bersihnya rata-rata hampir Rp 1 juta sehari. Kebetulan saya ngajak karyawan dua orang. Setelah ini rencananya kami buka cabang di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer,” ungkapnya. 

Konsumen cukup merogoh kocek Rp 1.000 hingga Rp 3.500 perdimsumnya. Yang mana, bahan baku dimsumnya terbuat dari olahan ikan dan daging ayam premium. Beragam dimsum dijualnya mulai dari jenis sushi, udang rambutan serta beberapa jenis dimsum lainnya. 

Kendati harga dimsum yang dijualnya terbilang murah, tapi Lia menjamin bahwa hal tersebut tidak mengurangi kualitas dimsum itu sendiri. “Karena pandemi Covid-19, penghasilan orang kan menurun. Harga dimsum di restoran juga lumayan mahal. Makanya saya menjual dengan harga murah agar beda dengan yang lainnya. Walaupun murah harganya, kualitas tetap terjamin,” kata dia.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP