Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Jual Handicraft Lucu, Agus Madi Sudah Ekspor Produk ke Berbagai Negara

13 Juni 2021, 17: 33: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jual Handicraft Lucu, Agus Madi Sudah Ekspor Produk ke Berbagai Negara

HANDICRAFT: Karakter produk yang dijajakan Warna-Warni Iron Creative gagasan I Made Agus Madi pada pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021. (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kecil-kecil mungil, tapi memiliki fungsi yang kuat. Begitulah karakter produk yang dijual Warna-Warni Iron Creative gagasan I Made Agus Madi. Turut menjajakan produknya dalam pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021, sebanyak 50 jenis produk ia tampilkan untuk menarik perhatian konsumen.

Ide awal produknya bermula dari keinginannya yang ingin berusaha secara mandiri. Tepatnya pada tahun 1994, Agus Madi mulai merintis usahanya. Dia berpikir sekiranya barang apa yang bisa dijual untuk para turis, karena pada saat itu ia tengah bekerja di wilayah Kuta.

“Kemudian saya mulai buat desain sendiri-sendiri. Desain pertama yang saya buat seperti frame dan tempat candle. Sampai saat ini saya sudah membuat ribuan produk,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran di Art Center, Denpasar, Minggu (13/6).

Baca juga: Rekrutmen CPNS dan PPPK Ditunda, Guru Diminta Tetap Profesional

Tidak berselang lama, pada tahun 1996 produknya berhasil tembus pasar internasional. Agus Madi telah mengekspor barangnya ke berbagai belahan negara seperti Amerika, Inggris, Autralia, Prancis, dan Jepang. Produk yang diekspor seperti candle handicraft dan desain lain berbentuk binatang. Dan dalam sebulannya, ribuan produk ia kirim ke luar negeri.

“Tiap tahun desainnya berbeda, tapi yang paling diminati candle handicraft. Itu banyak disukai para turis. Kisaran harga untuk candle handicraftnya mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribuan,” sebut pria asal Jambe Baleran, Tabanan tersebut.

Sementara, tambahnya, kisaran harga untuk semua produk mulai dari Rp 17 ribu sampai Rp 150 ribu. Yang paling mahal bisa mencapai Rp 1 juta untuk produk dekorasi.

Bahan baku utama dari produknya yakni besi lembaran. Bahan tersebut dipilihnya karena pada saat itu pengrajin besi kurang di wilayahnya. Sehingga ia berinisiatif membuat produk dari besi sekaligus memajukan generasi muda di sekitar tempat tinggalnya.

“Buat sampelnya satu produk bisa dua sampai tiga hari. Tapi kalau ada pesanan seminggu bisa sampai 1.000 sampai 2.000 produk,” katanya.

Konon, sebelum pandemi Covid-19 Agus Madi mengajak sebanyak 50 pegawai. Namun sekarang hanya tinggal 15 pegawai. Selain berimbas pada penyusutan pegawai, pandemi Covid-19 juga menggilas penjualan produknya. Yang mana, omzetnya jadi menurun hingga 90 persen.

“Untuk sekarang, sasaran saya pasar lokal. Astungkara, karena ada pameran seperti PKB, dan IKM Bali Bangkit, saya diberi tempat untuk pameran. Jadi saya buat produk yang terjangkau dan terjual untuk masyarakat Bali,” jelasnya. “Antusias masyarakat Bali bagus, karena produk yang kami buat itu produk lokal dan dibutuhkan masyarakat Bali seperti tempat dupa, celengan, dan tempat banten yang terjangkau harganya,” imbuhnya.

Selain diekspor ke luar negeri, Agus Madi juga mendistribusikan produknya untuk lokal. Seperti hotel dan art shop yang ada di Kuta, Ubud, hingga Sukawati. Namun, itu juga saat ini tengah lesu, sehingga ia hanya mengandalkan penjualan lewat toko dan tamu yang sudah berlangganan. Agus Madi mengaku, dirinya tetap mengekspor produk ke luar negeri, hanya saja dari segi kuantitas mulai berkurang.

“Berkurang sekitar 70 persen. Bahan baku juga naik harganya. Sedangkan saya tidak bisa menaikan harganya, karena di sana juga kondisinya seperti di sini, jadi sulit untuk dijual,” ungkap dia.

Agus Madi mengatakan, untuk tokonya berlokasi di Ubud, sementara factory-nya sendiri berada di Tabanan. Dia juga mengatakan, ke depannya akan terus berinovasi untuk desainnya. “Saya sangat berharap pariwisata segera dibuka. Karena di Bali pariwisata merupakan tonggak utama,” tandasnya.(ika) 

(bx/ras/man/JPR)

 TOP