Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Menginap di Rumah Warga, Bupati Disuguhi Nasi Cacah, Sayur Keladi

13 Juni 2021, 19: 13: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Nginap di Rumah Warga, Bupati Disuguhi Nasi Cacah, Sayur Keladi

PAKAI SARUNG: Bupati Karangasem I Gede Dana (pakai sarung) saat menginap di rumah keluarga Nengah Kerta, di Banjar Purwayu, Desa Tribuana, Abang, Karangasem, Sabtu (12/6). (Humas Pemkab Karangasem for Bali Express)

Share this      

KARANGASEM, BALI EXPRESS- Di sela kesibukannya menjalankan tugas pemerintahan, Bupati Karangasem I Gede Dana menyempatkan diri mengunjungi beberapa masyarakat kecil. Pada Sabtu (12/6), I Gede Dana kembali mendatangi keluarga kurang mampu di Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem. Bupati juga turun untuk sosialisasi pencegahan Covid-19 di desa setempat.

Seperti yang kerap dilakukannya semasih menjabat Ketua DPRD Karangasem, Dana juga menginap di rumah keluarga I Nengah Kerta. Salah satu keluarga kurang mampu di banjar tersebut. Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, itu pun disuguhi kuliner khas setempat. Di antaranya nasi cacah (campuran nasi putih dan parutan singkong), lauk olahan gayas (uret), dan sayur keladi.

I Gede Dana mengakui, kunjungan ke rumah warga kerap dilakukan agar bisa berdialog secara langsung. Lebih mudah mengetahui bagaimana kondisi masyarakat sebenarnya. Baik masalah perekonomian, pendidikan, atau hal mendasar lainnya. Sehingga dirinya dapat menentukan langsung apa yang mesti ditindaklanjuti.

Baca juga: Wabup Ipat Apresiasi Pelaku UKM Jembrana di PKB ke-43

Sama halnya ketika Dana mengunjungi rumah Nengah Kerta. Untuk mencapai rumah tersebut, dia bersama perangkat desa menyusuri jalan setapak berliku dan jurang di tiap sisinya dan sampai sekitar pukul 20.00. Saat malam harinya, Gede Dana mendengar langsung penuturan keluarga tersebut.

Nengah Kerta, 61, sejak beberapa tahun belakangan tidak bisa bekerja lagi karena alami stroke ringan, dan tangan kirinya patah saat naik pohon untuk cari pakan ternak. Karena itu, istrinya, Ni Luh Numpek, 56, menjadi tulang punggung menghidupi keluarga. Kondisi mereka juga memprihatinkan karena suami-istri ini tinggal di rumah yang tidak layak huni bersama enam anaknya bertahun-tahun. Lantai rumah masih tanah dan atap palpalan.

Gede Dana pun berjanji segera koordinasi dengan aparat terkait untuk ditindaklanjuti dengan bantuan bedah rumah. “Kasihan di rumah kecil yang tidak layak huni ini didiami oleh delapan orang, bahkan tidurnya harus berdesakan. Selain itu listrik untuk penerangan juga menumpang dengan tetangga. Karena itu saya sudah berkoordinasi dan akan memberikan bantuan bedah rumah,” ucap Gede Dana. 

Gede Dana juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada anak kelima pasangan ini, yakni Ni Luh Noviani. Bupati berharap Novi tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Sementara itu Ni Luh Numpek mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemkab Karangasem kepada keluarganya. “Tiang (saya) tidak bisa berkata apa-apa, selain menghaturkan terima kasih kepada Bapak Bupati bantuan dan perhatian kepada keluarga kami,” ucapnya.  

(bx/aka/man/JPR)

 TOP