Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Tak Mau ke Panti Jompo, Nenek Sari Pilih Tinggal di Gubuk Reot

13 Juni 2021, 19: 14: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tak Mau ke Panti Jompo, Nenek Sari Pilih Tinggal di Gubuk Reot

NASIB MALANG : Nenek Sari saat duduk di depan gubuknya yang hampir roboh. (Buleleng Social Community For Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kenyamanan adalah salah satu alasan bagi seseorang untuk enggan beranjak. Mereka memilih untuk tetap tinggal walau dalam situasi sulit dan tak layak. Hal itulah yang dilakukan Ketut Sari, 75. Nenek Sari lebih memilih tinggal di gubuk reot miliknya ketimbang tinggal di tempat lain. Alih-alih tinggal bersama kerabatnya, tawaran untuk dievakuasi ke panti jompo pun di tolak oleh Nenek Sari. Ia bersikukuh untuk tetap tinggal di gubuk yang nyaris roboh di Banjar Dinas Taman Sari Mekar, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak.

Nenek Sari bukanlah seseorang yang sebatang kara. Ia masih memiliki kerabat dekat seperti cucu dan keponakan. Namun sayang ia tidak memiliki seorang anak. Setiap harinya Nenek Sari mengurus induk babi (bangkung) di gubuknya. Kala lelah ia pun beristirahat dalam gubuk yang luasnya hanya 3 meter x 4 meter. Gubuk tersebut benar-benar tak layak. Atapnya terbat dari genteng yang sudah bocor dimana-mana. Sedangkan dindingnya, Nenek Sari berusaha menutupinya dengan terpal dan juga seng-seng usang. Apapun dimanfaatkan agar dapat menutupi ruang dalam gubuk. Kendati merasa khawatir gubuknya akan roboh, Nenek Sari tak mau menyusahkan orang lain dan keluarga untuk tinggal bersama mereka.

Dikonfirmasi via telepon, Minggu (13/6) siang, Kepala Desa Gerokgak Kadek Surata megatakan, Nenek Sari sudah cukup lama tinggal di gubuk itu. Tawaran untuk tinggal bersama keluarga lainnya sudah dilakukan, namun upaya itu sia-sia. Tawaran itu ditolak oleh Nenek Sari. “Banjar Dinas Taman Sari Mekar, Desa Gerokgak. Kondisi dadong sari sehat. Cuma mungkin rumahnya kurang layak. Dadongnya sudah lama. Hanya dia punya cucu dan keponakan, dia tidak mau diajak disana. Dadongnya gak punya anak. Suaminya sudah meninggal. Sebenarnya cucunya atau keponakannya mau mengajak, tapi dadongnya tidak mau. Kalau sudah tua kan memang begitu, bandel, bengkung. Dadong tidak sebatang kara, mau diajak ke panti jompo juga tidak mau,” terangnya.

Baca juga: Wow, RSU Payangan Akan Miliki Resort Hospital, Begini Konsepnya

Surata menambahkan, walau tinggal sendiri, Nenek Sari masih bisa mengurus babi kesayangannya. Babi itu ia tempatkan di depan rumahnya. Untuk urusan bantuan, Nenek Sari masuk dalam daftar prioritas. Segala jenis bantuan Nenek Sari selalu dapat. “Rumahnya itu hanya berbatasan pagar dengan cucunya. Cuma karena sudah tua, tidak mau tinggal di rumah yang bagus. Kadang-kadang orang tua kan begitu. Bantuan-bantuan lainnya dadong ini masuk prioritas. Dadong juga penerima bantuan PKH,” kata dia.

Meskipun Nenek Sari tinggal di atas lahan yang bukan miliknya, beryukur pemilik lahan mengijinkan untuk dibuatkan bedah rumah. Sebab pemilik lahan tersebut masaih kerabat dekat dari Nenek Sari. “Lahannya itu milik cucu dari saudara lelakinya. Kebutuhan makan dari dadongnya itu dari uluran tangan kerabat-kerabatnya. Dadong sari asli desa Gerokgak. Kesehariannya ngubuh bangkung. Selain itu juga buat-buat tamas. Kondisi rumahnya itu memang sudah tidak layak huni. Reot. Luas lahannya sih luas. Untuk bantuan bedah rumah bisa. Karena pemilik lahan sudah mengijinkan. Mekel Gerokgak Kadek Surata,” ungkapnya.

Bedah rumah yang akan diterima Nenek Sari berasal dari dana donasi yang disalurkan lewat komunitas soSial Buleleng Social Community (BSC). Pengerjaan bedah rumah pun akan dilakukan pada 20 Juni mendatang, dengan dibantu oleh Koramil Gerokgak. “Kami sudah berkoordinasi dengan Koramil Gerokgak, untuk pengerjaan bedah rumahnya dibantu oleh koramil. Pengerjaannya nanti di tanggal 20 Juni. Karena ini sudah memasuki musim hujan ya supaya cepat. Kasihan kalau hujan nanti airnya masuk. Sebenarnya sudah dari tahun lalu untuk membantu nenek. Cuma karena covid-19 tertunda terus. Jadi sekarang karena sudah siap semua. Pengerjaannya kami lakukan segera bulan ini,” ungkap Ketua BSC Buleleng, Eka Tirtayana. 

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP