Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dewan Dorong Polisi Segera Ungkap Tuntas Kasus Pembuang Limbah Medis

13 Juni 2021, 20: 19: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dewan Dorong Polisi Segera Ungkap Tuntas Kasus Pembuang Limbah Medis

Anggota Komisi IV DPRD Gianyar, Ngakan Ketut Putra. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Insiden pembuangan limbah medis sembarangan di Kelurahan Bitera, Gianyar, memang telah terungkap. Namun persoalan limbah medis di Kabupaten Gianyar nampaknya belum tuntas. Sebab pengolahan limbah medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang membuka praktik pribadi belum jelas. 

Apalagi hingga saat ini RSUD Sanjiwani belum melakukan kerjasama dengan pihak penghasil limbah medis manapun, sehingga tidak mungkin ada pihak yang bisa menitipkan limbah medis di RSUD Sanjiwani untuk selanjutnya dibawa oleh pihak ketiga yang telah diajak bekerjasama dengan RSUD Sanjiwani.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra pun mendorong agar pihak berwajib segera mengungkap kasus tersebut dengan tuntas sesuai hukum yang berlaku. "Polisi saat ini masih lidik, tapi kita dorong agar segera diproses, karena sudah ada terduga pelakunya," tegasnya Minggu (13/6).

Baca juga: Soal Sembako Kena PPN, Ganjar: Diklarifikasi Saja

Disamping itu pihaknya juga me-warning Dinas Kesehatan Gianyar untuk melakukan pengawasan lebih ketat dan intens terhadap fasilitas kesehatan yang menghasilkan limbah medis di Gianyar. "Harus rutin juga melakukan sidak terhadap praktek-praktek swasta khususnya yang menghasilkan limbah medis," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnawati, menyampaikan bahwa  DLH hanya mengeluarkan rekomendasi untuk tempat penampungan sementara (TPS) B3 sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor: P.56/MENLHK-Sekjen/2015. 

"Kita hanya keluarkan rekomendasi lingkungan terhadap TPS  B3.  Untuk kelengkapan izin TPS B3 lokasinya di masing-masing penghasil sampah atau limbah B3," paparnya.

Dalam peraturan Menteri, kata dia kewenangan untuk pemberian ijin TPS B3 rekomendasi ada di DLH. Sementara pengelolaan sampah medis,  pengurangan, pemilahan, penyimpanan merupakan tanggung jawab penghasil sampah medis. Sayangnya ia menyebutkan data pengelolaan sampab medis praktek pribadi di Gianyar adalah ranah Dinas Kesehatan. "Untuk data kemana sampah medis milik praktek pribadi setelah di TPS B3 di buang, akan dikoordinasikan oleh Dinkes, karena ranahnya Dinkes," sebutnya.

Namun pihak tetap akan menyurati organisasi profesi seperti IDI, IBI, dan ikatan perawat lantaran menurutnya data terkait kemana limbah medis milik praktek pribadi dibuang setelah di TPS B3 ada di himpunan profesi tersebut.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Komang Upeksa mengatakan jika meskipun terduga pelaku adalah oknum tenaga kesehatan, namun karena kegiatannya (praktik) di luar tugas, maka bukan menjadi kewenangan RSUD Sanjiwani.  Disamping itu terkait orang pribadi menitip sampah medis di RSUD Sanjiwani dr. Upeksa menegaskan pihaknya hingga saat ini tidak ada melakukan kerjasama dengan pihak mana pun.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP