Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

800 Mahasiswa Asal Jembrana Akan Dapat Beasiswa, Ini Syaratnya

13 Juni 2021, 20: 28: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

800 Mahasiswa Asal Jembrana Akan Dapat Beasiswa, Ini Syaratnya

DAFTAR : Mahasiswa asal Jembrana calon penerima beasiswa menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia. (Gde Riantory Warmadewa/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jembrana kembali membuka pendaftaran penerimaan beasiswa untuk mahasiswa asal Kabupaten Jembrana. Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 2,4 miliar untuk 800 orang mahasiswa.

“Sudah dibuka (pendaftaran, Red) secara online. Quota penerima seperti tahun lalu sebanyak 800 orang,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Dikpora Jembrana, Ni Nengah Wartini.

Ia menjelaskan bahwa pendaftaran maupun pengumpulan berkas calon penerima beasiswa periode semester I tahun 2021 itu dibuka selama sebulan. Yakni sejak Kamis (20/5) hingga nanti Senin (21/6). 

Baca juga: BHP Belum Cair, Perbekel Diminta Bijak Kelola Dana

Untuk Pendaftaran sekaligus pengumpulan berkas pendaftaran beasiswa periode semester I tahun 2021 ini dibuka selama satu bulan mulai Kamis (20/5/2021) sampai Senin (21/6/2021) mendatang. “Pengumpulan berkas pendaftaran dipusatkan di GOR Kresna Jvara, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana,” imbuhnya.

Pihaknya menempatkan panitia penerima berkas pendaftaran setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 Wita. Kecuali hari Jumat mereka bertugas mulai dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 13.30 Wita. Selain itu, petugas penerima berkas di GOR juga melayani konsultasi terkait persyaratan dan mekanisme pengajuan beasiswa. “Jadi kalau ada hal yang kurang jelas, bagi adik-adik mahasiswa bisa berkonsultasi dengan pihak panitia yang ada di GOR,” terangnya.

Sedangkan untuk syarat permohonan beasiswa untuk mahasiswa itu lanjut Wartini masih sama dengan semester sebelumnya. Yakni mahasiswa yang sedang dan aktif mengikuti perkuliahan, sudah melewati semester ganjil (semester I, III, V, dan VII). Selanjutnya mahasiswa tidak sedang menempuh pendidikan tinggi dengan sistem jarak jauh, tidak sedang bekerja, tidak sedang menerima ataupun diusulkan mendapat beasiswa dari lembaga ataupun instansi lain dan harus memenuhi syarat minimal indeks prestasi kumulatif (IPK). 

Untuk syarat IPK sambungnya, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bagi mahasiswa yang menempuh perguruan tinggi non Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik, IPK yang disyaratkan minimal 3,30. Sedangkan untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik syaratnya memiliki IPK minimal 3,0.

Nantinya mahasiswa yang memenuhi syarat dan lolos seleksi panitia akan menerima bantuan beasiswa masing-masing sebesar Rp 3 juta. “Nilai yang masuk ke rekening masing-masing mahasiswa tentunya akan ada potongan pajak sesuai ketentuan seperti yang sudah-sudah,” paparnya.

Berkaca dari pengamalan tahun-tahun sebelumnya, Wartini menambahkan jika jumlah pemohon beasiswa selalu membludak. “Pendaftaran sengaja Kami buka lebih lama supaya adik-adik mahasiswa bisa menyiapkan berkas dengan baik,” ujarnya. 

Jika nantinya jumlah calon penerima beasiswa yang memenuhi syarat administrasi melebihi kuota yang ditetapkan (800 orang), maka akan dilakukan perangkingan berdasarkan nilai IPK. 

"Kalau dalam perangkingan itu ada nilai IPK yang sama, maka diutamakan yang menempuh semester lebih tinggi. Verifikasi berkas dilakukan setelah pendaftaran ditutup,” pungkasnya.

Sementara itu, dari data sementara yang diperoleh dari salah satu pegawai yang juga panitia penerima berkas pendaftaran, hingga Jumat (11/6) pagi, 490 mahasiswa sudah mengumpulkan berkas beasiswa pendidikan.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP