Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Tangan Jahil Rusak Peredam Akustik Dinding Gedung Auditorium Jembrana

17 Juni 2021, 19: 18: 02 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tangan Jahil Rusak Peredam Akustik Dinding Gedung Auditorium Jembrana

DIRUSAK : Dinding akustik di sisi dalam gedung Auditorium Jembrana dirusak orang usil, Kamis (17/6). Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPRPKP Jembrana, Wayan Harta Wijaya. (Gede Riantory Warmadewa/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Lapisan peredam akustik dinding bagian dalam lantai II Gedung Auditorium Jembrana yang terletak di Kawasan Civic Center, Jalan Mayor Sugianyar, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, dirusak orang tidak dikenal. 

Kerusakan terjadi di sejumlah titik lapisan dinding yang berguna untuk menyerap suara di dalam gedung agar tidak bergema. Belum diketahui kapan peristiwa itu terjadi maupun total kerugian akibat kerusakan, namun Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) telah melaporkan kejadian itu ke Polres Jembrana, Kamis (17/6) pagi.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) Kamis (17/6) siang, Tim Inafis Polres Jembrana nampak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Belasan titik pada lapisan peredam akustik yang berada di dinding bagian dalam kedua tangga menuju lantai dua gedung, hancur akibat hantaman benda keras. Tidak hanya itu, ornamen ukiran kayu yang digunakan sebagai pembatas di lantai dua sisi sebelah utara gedung juga tidak luput dari perusakan.

Baca juga: Maling Sopan, Niat Gasak Motor Minta Kunci ke Pemilik

Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Wayan Harta Wijaya saat dikonfirmasi di lokasi mengaku jika dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu Kasi Bangunan, Komang Wiartha melalui pesan whatsApp, Selasa (15/6) pagi. 

Sedangkan Komang Wiarta sendiri dijelaskannya, mendapat laporan dari petugas cleaning service (CS) di hari yang sama. "Dia (Komang Wiarta) menyampaikan ke saya lewat WA setelah diberitahu oleh salah satu CS," terangnya.

Mendapati laporan itu, Harta Wijaya selanjutnya berkoordinasi dengan Plt. Kadis PUPRPKP I Wayan Sudiarta untuk kemudian langsung membuat laporan kejadian untuk disampaikan kepada Pj Sekda Jembrana dengan tembusan Bupati Jembrana, Kabag Umum dan Sat Pol PP Jembrana. "Setelah melaporkan itu, saya diperintahkan untuk melapor ke Polres Jembrana," ujarnya.

Dikatakan Harta Wijaya, petugas CS yang bertugas di gedung Auditorium Jembrana itu, mulai bekerja pada pagi hingga siang hari. Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah petugas CS yang bekerja membersihkan gedung itu setiap harinya. 

"Ada petugas CS dari Bagian Umum yang membersihkan areal gedung. Jumlahnya saya kurang tau, itu di Bagian Umum. Kalau malam tidak ada yang jaga. CCTV juga belum dipasang," imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait total kerugian yang dialami akibat perusakan lapisan peredam akustik yang melapisi dinding bagian dalam gedung Auditorium Jembrana itu, Harta Wijaya mengaku belum bisa memsatikannya. Hal itu karena pihaknya baru mulai melakukan identifikasi keruskan, termasuk pengukuran luas peredam akustik yang mengalami kerusakan. "Untuk kerugian belum bisa kami sampaikan, hari ini baru dilakukan pengukuran," paparnya.

Terkait status gedung, dijelaskan Harta Wiaya masih konstruksi dalam pekerjaan (KDP), dimana rencananya tahun ini akan dikerjakan kembali beberapa pekerjaan seperti pengadan AC, pintu railing, genset, APAR, pompa hidran serta bangunan padmasana. "Statusnya masih KDP di PU. Sejatinya untuk pengerjaan tahap III sudah proses tender dengan anggaran Rp 2,5 miliar," pungkasnya. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP