Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Juni 2021, Denpasar dan Singaraja Kembali Deflasi

01 Juli 2021, 18: 48: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Juni 2021, Denpasar dan Singaraja Kembali Deflasi

DEFLASI: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya, sampaikan Denpasar dan Singaraja kembali alami deflasi. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Periode Juni 2021, Kota Denpasar dan Kota Singaraja tercatat kembali mengalami deflasi. Kota Denpasar deflasi sedalam 0,36 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 105,16 pada Mei 2021 menjadi 104,78 pada Juni 2021. Sedangkan Kota Singaraja deflasi sedalam 0,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) sebesar 107,05.

Sementara itu di Denpasar, tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Juni 2021 terhadap Juni 2020 (year on year/yoy) tercatat masing-masing setinggi 0,54 persen dan 0,36 persen.

“Dari sebelas kelompok pengeluaran, tiga kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi. Yaitu, kelompok I meliputi makanan, minuman, dan tembakau sedalam 2,27 persen. Dan kelompok VIII meliputi rekreasi, olahraga, dan budaya sedalam 0,77 persen serta kelompok II pakaian dan alas kaki sedalam 0,53 persen,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya, Kamis (1/7).

Baca juga: Denpasar Tak Terapkan PPKM Darurat, Aturannya Lebih Ketat

Sementara itu, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi. Yaitu, kelompok IV yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga setinggi 1,81 persen. Kelompok XI meliputi perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,89 persen. Kelompok VI transportasi setinggi 0,47 persen, dan kelompok V kesehatan setinggi 0,04 persen. Kemudian, empat kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok III meliputi perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok VII meliputi informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok IX yakni pendidikan, dan kelompok X berupa penyediaan makanan dan minuman atau restoran.

“Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan Juni 2021 antara lain, daging ayam ras, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, mangga, semangka, pisang, baju kaos berkerah pria, jeruk, dan tomat,” sebutnya.

Di sisi lain, Kota Singaraja mencatat ingkat inflasi tahun kalender Juni 2021 setinggi 0,80 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun ke tahun Juni 2021 terhadap Juni 2020 (yoy) tercatat setinggi 2,01 persen.

Hanif menyebutkan, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi (month to month/mtm) yaitu kelompok I yakni makanan, minuman, dan tembakau) sedalam 2,44 persen. Kelompok VII meliputi informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sedalam 0,06 persen. 

Sementara itu, lima kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok IV meliputi perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga setinggi 3,60 persen. Kelompok XI yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,57 persen. Kelompok III meliputi perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga setinggi 0,20 persen. Kelompok II yakni pakaian dan alas kaki setinggi 0,08 persen. Dan kelompok VI yakni transportasi setinggi 0,06 persen. Selanjutnya ada empat kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok V kesehatan, kelompok VIII meliputi rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok IX pendidikan, dan kelompok X atau penyediaan makanan dan minuman atau restoran.

“Komoditas yang tercatat memberikan sumbangan deflasi pada bulan Juni 2021 antara lain, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, nangka muda, kangkung, apel, ikan tongkol, tongkol diawetkan,” katanya. “Selain itu, ada kol putih atau kubis, tomat, pisang, jahe, semangka, rampela hati ayam, kacang merah atau joglo, cumi-cumi, sawi hijau, dan salak,” imbuhnya.

Sebagai informasi, dari 90 kota IHK, tercatat 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Kupang (Nusa Tenggara Timur) sedalam 0,89 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Palembang (Sumatera Selatan) sedalam 0,01 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Singkawang (Kalimantan Barat) setinggi 1,36 persen. Sedangkan inflasi terendah tercatat di dua kota yaitu Pekanbaru (Riau) dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara) masing-masing setinggi 0,01 persen. 

“Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-11 dan Singaraja menempati urutan ke-5 dari 56 kota yang mengalami deflasi,” simpulnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP