Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Meski Kecewa, Gavin Kwan Adsit Ambil Sisi Positif Penundaan Liga

02 Juli 2021, 07: 53: 54 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Meski Kecewa, Gavin Kwan Adsit Ambil Sisi Positif Penundaan Liga

Gavin Kwan Adsit (Media Bali United)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kembali ditundanya perhelatan Liga 1 dan 2 musim ini membuat seluruh pemain merasakan kekecewaannya. Tak terkecuali Bali United yang untuk kedua kalinya mendapat harapan palsu di tengah hausnya akan kompetisi.

Sebelumnya, Bali United mendapat tamparan ketika Piala Walikota Solo ditunda perhelatannya. Padahal, skuad Bali United baru saja tiba di bandara dan langsung dihadapkan dengan berita mengecewakan tersebut. 

“Pada saat itu, di dalam pesawat pikiran kami sudah ada di pertandingan saja. Tentu kami sumringah, tapi apa yang kami dapat begitu tiba di Solo,” ungkap salah satu pemain Bali United, Gavin Kwan Adsit ketika disinggung perasaannya terkait penundaan liga dan kompetisi Piala Walikota Solo tersebut, Kamis (1/7).

Baca juga: 14 Atlet Tabanan Perkuat Kontingen PON Bali Berlaga di Papua

Meski liga ditunda, manajemen Bali United sebelumnya mengatakan program latihan tetap berlanjut, meski tanpa ada kompetisi yang jelas. Gavin sendiri tetap mengambil hikmah positif dari keputusan manajemen tersebut. 

“Ya sisi baiknya, sentuhan bola kami jadi tidak hilang. Setelah satu tahun tak ada kompetisi, baru-baru ini kami ikuti Piala Menpora dan tur pra-musim. Jadi fisik dan sentuhan bola tetap terjaga. Beda jika libur lagi, ya harus mulai dari nol lagi,” bebernya.

Meski begitu, tetap saja Gavin merasakan kekecewaan mendalam. “Memang bagus ketika menjaga fisik dan sentuhan bola, tapi tetap saja berbeda rasanya ketika latihan dengan tujuan yang pasti dibanding latihan tanpa ada misi yang akan dijalani,” paparnya.

Pemain serba bisa di semua posisi ini (kecuali kiper) menambahkan, dikhawatirkan jika ada penundaan-penundaan berkali-kali seperti sekarang ini, mempengaruhi ke mental pemain.

Sebelumnya, pemain Bali United lainnya, Illja Spasojevic sempat gusar dengan keputusan penundaan liga tersebut. Spaso yang sudah tidak muda lagi pada saat itu mengaku jika terus-terusan seperti ini, motivasi dirinya sebagai seorang pesepakbola akan memudar. Bahkan, kemungkinan terburuknya adalah pensiun di tengah kejelasan liga yang tak pasti.

“Ini sudah kesekian kalinya ditunda. Kami sebagai pemain pasti frustrasi. Di negara lain, sepakbola sudah mulai jalan kembali, sedangkan di Indonesia belum. Kalau ditiadakan lagi tahun ini, artinya kemunduran bagi sepakbola Indonesia,” tandasnya. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP