Minggu, 26 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Peredaran Uang Palsu Meningkat 31 Persen di Bali

02 Juli 2021, 18: 33: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Peredaran Uang Palsu Meningkat 31 Persen di Bali

SESUAIKAN OPERASIONAL: Bank Indonesia Provinsi Bali melakukan kebijakan penyesuaian jadwal layanan kas. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat jumlah uang palsu yang diterima sebanyak 536 lembar pada semester I tahun 2021. Angka itu meningkat sebesar 31 persen dari periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 409 lembar.

Selain itu, uang rusak yang diterima di loket Bank Indonesia pada semester I tahun 2021 tercatat sebesar Rp 50.8 M. Jumlah itu turun sebesar 18,4 persen bila dibandingkan pada semester I tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 62.3 M. “Pecahan mata uang Rupiah Rp 100 ribu merupakan pecahan yang paling banyak ditukarkan atau sebesar 57,5 persen dari total nominal pecahan yang ditukarkan,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Jumat (2/7).

Pada semester I tahun 2021, kebutuhan uang tunai di masyarakat melalui penarikan perbankan di Bank Indonesia tercatat sebesar Rp 5.338 miliar. Bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 6.524 miliar, kebutuhan uang tunai di masyarakat mengalami penurunan sebesar 18 persen atau sebesar Rp 1.185 miliar. Selanjutnya pada periode semester I tahun 2021 jumlah uang yang disetorkan perbankan ke Bank Indonesia tercatat sebesar Rp 6.513 miliar mengalami penurunan sebesar 32 persen atau sebesar Rp 3.035 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I 2020 yang tercatat sebesar Rp 9.548 miliar.

Baca juga: Marcelo Bicara Soal Kiper, dari Sang Pemimpin Hingga Bibit Unggul

Sementara itu, sejalan dengan kebijakan pemerintah menerapkan PPKM Darurat Jawa-Bali, guna memutus rantai penyebaran Covid-19, Bank Indonesia Provinsi Bali melakukan kebijakan penyesuaian jadwal layanan kas. Adapun jam operasional layanan setoran dan penarikan perbankan di Bank Indonesia disesuaikan dari pukul 08.00 sampai 11.30 Wita menjadi pukul 08.00 sampai 11.00 Wita. 

“Untuk kegiatan layanan penukaran uang dan layanan klarifikasi uang Rupiah yang diragukan keasliannya untuk sementara waktu ditiadakan. Penyesuaian jadwal layanan kas ini telah berlaku sejak 29 Juni 2021,” katanya.

Di masa pandemi Covid-19, yang mana kejahatan semakin marak terjadi, Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meneliti uang yang diterima dengan 3D (dilipat, diraba dan diterawang) agar terhindar dari kerugian uang tidak asli. Serta, selalu merawat uang Rupiah dengan 5J (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan disteples, jangan dibasahi, dan jangan diremas) agar uang selalu dalam kondisi baik. 

“Biasakan melakukan transaksi secara non tunai berbasis digital atau QRIS untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pesannya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP