Selasa, 28 Sep 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Antisipasi Lonjakan Covid-19, RSUD Situbondo Dirikan Tenda Darurat

05 Juli 2021, 17: 40: 00 WIB | editor : I Putu Suyatra

Antisipasi Lonjakan Covid-19, RSUD Situbondo Dirikan Tenda Darurat

SITUBONDO: Tenda darurat mulai diberdirikan di halaman RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Senin (5/7/2021). (antara)

Share this      

SITUBONDO, BALI EXPRESS - Manajemen RSUD dr. Abdoer Rahem Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin, mulai mendirikan tenda darurat guna mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

"Jadi, ini kami persiapkan semuanya dengan menjaga kemungkinan terburuk," kata Bung Karna, sapaan Bupati, saat dihubungi di Situbondo, Senin.

Dia mengemukakan bahwa saat ini lonjakan penderita Covid -19 di wilayahnya terus meningkat, sehingga pihaknya memandang perlu mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit.

Baca juga: Cegah Covid-19 dengan Vaksinasi, Prokes 5M, dan Hidup Sehat

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Kabupaten Situbondo dr. Roekmini mengatakan tenda darurat didirikan di halaman depan rumah sakit rujukan pasien Covid -19 itu karena ruang isolasi di rumah sakit tersebut saat ini sudah penuh.

Selain itu, tenda milik BPBD tersebut didirikan untuk dijadikan ruang IGD darurat rumah sakit, untuk mengurangi penumpukan pasien Covid -19 di ruang IGD rumah sakit yang terbatas.

"Itu nantinya dijadikan IGD darurat. Kalau memang siap hari ini kami gunakan, tapi masih perlu mempersiapkan sarana prasarananya dulu," tuturnya.

Roekmini menambahkan, tenda IGD darurat tersebut diperkirakan bisa menampung 10 pasien atau 10 tempat tidur, menyesuaikan besarnya tenda yang ada.

"Kami masih menyiapkan sarana prasarananya, mulai tempat tidur, tabung oksigen dan lainnya," ujarnya.

Data sebaran Covid -19 di Situbondo, hingga Ahad (4/7), tercatat 3.284 penderita, dengan rincian 2.690 orang sembuh, 274 orang meninggal, dan dalam perawatan 320 orang (85 pasien dirawat di rumah sakit, gedung observasi 8 orang, dan isolasi mandiri 227 orang). (antara)

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya