Minggu, 26 Sep 2021
baliexpress
Home > Internasional
icon featured
Internasional

Perikanan dan Kelautan Strategis Jadi Basis Pembangunan Ekonomi Bali

13 Juli 2021, 20: 37: 41 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Perikanan dan Kelautan Strategis Jadi Basis Pembangunan Ekonomi Bali

PERIKANAN :  International Seminar on Fish and Fisheries Science  (ISFFS) resmi dibuka secara daring, Selasa (13/7). Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono (kanan) dan Gubernur Bali Wayan Koster. (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Perhelatan International Seminar on Fish and Fisheries Science  (ISFFS) resmi dibuka secara daring, Selasa (13/7). 

ISFFS yang berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 13-14 Juli 2021, dihadiri oleh akademisi dan peneliti dari 6 negara, yaitu New Zealand, Nethertlands, Japan, South Korea, Malaysia, dan Indonesia. 

Ketua International Seminar on Fish and Fisheries Science  (ISFFS), Charles P.H. Simanjutak, Ph.D. menyatakan, pelaksanaan seminar internasional ini diharapkan mampu menyediakan platform bagi kaum akademisi, peneliti, praktisi serta pemerintah terkait.  Guna mengidentifikasi dan mencari berbagai, masalah, tantangan peluang serta solusi dalam mempromosikan keberlangsungan sumber daya ikan dan perikanan, terutama di wilayah Tropis.

Baca juga: Percepatan Vaksinasi, Sekda Dewa Indra Target 1 Sekolah Tuntas 2 Hari

Keberadaan sektor perikanan saat ini, telah menjadi sektor yang memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber makanan. Serta memberikan dampak ekonomi yang cukup besar terhadap jutaan orang di dunia. 

Dalam kesempatan ini, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan tentang posisi strategis Pulau Bali yang  menempatkan sektor perikanan serta kelautan menjadi salah satu basis pembangunan ekonomi Bali.  

Ia menekankan bahwa dalam pembangunan satu pulau turut memiliki satu pola serta satu tata kelola yang  baik. "Hal ini demi mewujudkan kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia atau yang dikenal dengan Sat Kerthi Loka Bali," jelasnya.

Sedangkan Sakti  Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa sektor kelautan dan perikanan  menjadi  salah satu sektor dalam pembangunan perekonomian nasional, bila dikelola dengan baik dan benar. 

Guna mewujudkan hal tersebut Kementerian Kelautan Perikanan memperkenalkan istilah  Ekonomi Biru, yakni Ekosistem Laut dan pesisir yang sehat, produktif dan dapat memberikan nilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. 

"Guna mewujudkan hal tersbut Kementerian memiliki 3 Program Prioritas. Peningkatan penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk kesejahteraan nelayan. Pengembangan perikanann budidaya untuk pengingkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan. Dan pembangunan Kampung-Kampung Perikanan Budidaya Tawar, Payau, dan Laut berbasis kearifan lokal," pungkasnya.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP