Minggu, 26 Sep 2021
baliexpress
Home > Hiburan
icon featured
Hiburan

Celetukan Usil 'We Jlemo' Bikin Kiran Melejit, Disanjung dan Dihujat

15 Juli 2021, 09: 23: 18 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Celetukan Usil 'We Jlemo' Bikin Kiran Melejit, Disanjung dan Dihujat

Ida Ayu Kiran Sandra Gita (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kiran Sandra punya jurus jitu untuk mengalihkan fokus netizen. Hanya dengan kata usil agak kasar, gadis 19 tahun ini membuka (opening) kontennya dengan celetukan ' We Jlemo, namanya lantas meroket.

Unggahannya di aplikasi TikTok  dengan salam bahasa lokal khas Jembrana 'We Jlemo' yang artinya 'hai manusia', malah sudah ditonton ratusan ribu orang. Padahal keusilannya itu muncul berawal dari kegabutannya, juga jenuh dengan pandemi yang tak berkesudahan.

Gadis yang akrab disapa Kiran ini, tak menampik ungkapan 'We Jlemo' itu muncul hanya karena keisengannya belaka.

Baca juga: Pola Hidup Sehat Perlu Diperhatikan Di Era Pandemi

 "Saya nge-kos di Denpasar. Tetangga kos banyak yang pulang kampung tiap Sabtu-Minggu. Karena sepi, biar nggak bosan, iseng buat video di TikTok," ujar gadis dengan nama komplet Ida Ayu Kiran Sandra Gita, ketika diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin.

Gadis manis asli Banjar Taman, Desa Batu Agung, Jembrana ini, semuanya terjadi karena spontan saja.

"Sempat terbersit, opening harus seperti apa dan harus beda. Maka spontan saja bilang We Jlemo," sambung mahasiswi semester II Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar ini. 

Selain unsur komedi, yang ingin ia tonjolka,  tentu saja logat Jembrana yang kental. Baginya, banyak konten kreator yang aktif di YouTube, Instagram atau TikTok asal Jembrana yang turut membawa logat Jembrana semakin dikenal.

"Ingin memberikan warna saja dengan gaya sendiri. Saya cuma aktif di Instagram sama TikTok saja. Respon orang tua sih gak masalah. Selama saya melakukan hal yang positif dan tidak menyinggung perasaan orang," tegas Kiran yang hobi menyanyi ini

Dikatakan Kiran, penontonnya rata-rata ratusan ribu. Paling banyak pernah ditonton 617 ribu lebih. "Kadang saya malu kalau bertemu teman-teman. Dibilang sekarang sudah terkenal. Saya sama sekali gak merasa star syndrome," sebut pemilik 37 ribu lebih pengikut di TikTok ini. 

Kiran juga tak memungkiri, ia pernah mendapat direct message (DM) di Instagram pribadi miliknya (@koalakepo), berupa umpatan oleh orang tak dikenal. 

Sejatinya, di luar hal itu, Kiran memiliki cita-cita mulia, yakni ingin menjadi pelestari budaya Bali. Hal itu melihat dari masih minimnya guru seni budaya di lingkungan asalnya. Soal seni memang jadi perhatiannya, apalagi 

Kiran pernah tampil dalam Jembrana Festival Gong Kebyar Wanita 2019 lalu sebagai peniup seruling. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP