Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

ESI Denpasar Enggan Klaim Komunitas Berprestasi

16 Juli 2021, 15: 45: 08 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

ESI Denpasar Enggan Klaim Komunitas Berprestasi

PRESTASI BERSAMA : Salah satu komunitas Mobile Legend Denpasar, Arche Kara saat mengikuti turnamen secara daring. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama ini, Kota Denpasar masih menjadi barometer perkembangan dunia E-Sports di Bali. Tak ayal, beberapa komunitas dari berbagai divisi acap kali menjuarai turnamen di nasional. 

Dengan kondisi ini, Pengkot E-Sports Indonesia (ESI) Denpasar enggan menglaim jika prestasi itu murni karena binaan ESI Denpasar.

“Tidak, kami tidak mau seperti itu. Yang juara itu adalah komunitas, kami di ESI Denpasar hanya memfasilitasi atau menjembatani mereka jika ada event di luar Bali, atau di lokalan Bali,” ujar Ketua Pengkot ESI Denpasar, I Nyoman Adikarya Nugraha, Jumat (16/7).

Baca juga: Ini Rentetan Ritual Magis Petani Tanam Padi Mensyukuri Berkah

Bagi pihaknya, justru komunitas lah yang membesarkan nama ESI Denpasar itu sendiri. Mengingat saat ini E-Sports sudah resmi menjadi cabang olahraga prestasi, alur atau jalan menuju tangga prestasi itu terbuka lebar. Apalagi, ditambah dari bantuan pemerintah dalam mensupport perkembangan dunia E-Sports, dalam hal ini KONI Denpasar. 

“Selain itu, peran pihak ketiga atau sponsor juga turut membantu kami dalam mengembangkan E-Sports di Denpasar. Jadi, tidak ada istilah E-Sports Denpasar maju karena jerih payah kami di pengurus,” tegasnya.

Selain itu, pendekatan persuasif sangat dibutuhkan saat ini. ESI Denpasar dikatakannya sejauh ini dekat dengan komunitas berbagai divisi yang aktif dalam melakukan inovasi dan mengembangkan prestasinya. 

Bahkan, memulai sesuatu program secara bersama-sama. “Intinya ini prestasi bersama. Kami di ESI Denpasar siap mensupport jika memerlukan tempat latihan dan kalau harus ke luar daerah, kami sudah siap membantu,” papar pria lulusan UGM ini.

Dengan pola saling bekerjasama itu, diharapkan terjadi simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Dengan banyaknya komunitas mengikuti event di lokal Bali maupun di nasional, pihaknya bisa menginventarisasi potensi yang dimiliki. 

Sedangkan bagi komunitas, mereka mendapat jam terbang serta pengalaman lebih, ketika ESI Denpasar menjembataninya. “Saya juga sudah menekankan kepada semua pengurus, agar mengedepankan konsep manyama braya seperti yang digelorakan Walikota Denpasar sekarang. Dengan begitu, kepengurusan bisa padu dan apa yang menjadi cita-cita bersama bisa terwujud,” tandasnya. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP