Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Ini Makna Kober Ganapati Saat Upacara Rsi Gana

17 Juli 2021, 08: 37: 51 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ini Makna Kober Ganapati Saat Upacara Rsi Gana

GANAPATI : Rsi Gana kerap disimbolkan dalam sebuah gambar di atas kain putih, sosok Ganapati yang ditancapkan pada Sanggar Surya di sebelah kiri.  (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sosok Ganapati dalam upacara Rsi Gana kerap disimbolkan dalam sebuah gambar di atas kain putih, yang ditancapkan pada Sanggar Surya di sebelah kiri. Apa sejati maknanya?

Ganapati pada upacara Rsi Gana dipuja karena ia sebagai penyebab penyucian pekarangan dan areal bangunan pura. Hal ini dijelaskan dalam lontar Bhama Khretih. 

Bunyinya :  Iki keputusan Sang Hyang Resi Ghana, pamarisudhan ing karang panes, mang sanggar, ngadigakan sanggar tutwan, mapenjor pring ghading , matunggalkasa 2, merajah Ghana, ngawa Bajra, 1 ngawe Gadha, 1, malih rwan bingin acarang, ring acrsania gnahniya, kapwa rwania marajan tjakra, magenah ring harep ing sanggar, sucinia, 2, matumpeng hadanan, pras daksina harthania, 1700, canang lenggawangi, burat wangi, munggah ring sanggar.

Baca juga: Komang Yuni Anggara Makin Menikmati Ulah Fotografer

Jika diterjemahkan berarti, keputusan Sang Hyang Rsi Gana, yaitu mengenai penyucian tanah pekarangan panas dan bangunan pura, caranya adalah dengan mendirikan sanggar tutuwan, penjornya bambu gading, berbendera kain putih bergambar Gana yang membawa sebuah Gada dan Bajra, disertai daun beringin setangkai letaknya di timur laut, yang bergambar cakra di hadapan sanggar, sucinya 2 buah lengkap dengan hadanan yang bertumpang, pras, daksina, uang 1700, canang lengawangi, burat-wangi yang diletakkan di sanggar.

“Makna adanya kober Ganapati adalah untuk menghadirkan Sang Hyang Ganapati agar menjaga upacara mupuk padagingan supaya terhindar dari kekuatan negatif, baik itu berasal dari Bhuta dan yang bersumber dari Dewa dan Manusia,” ujar Kelian Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna, kemarin.

Kober Ganapati di dalamnya terdapat mantra yang berupa tulisan berbentuk aksara yang disebut dengan Ekaksara, Dwiaksara, Triaksara, Pancaksara, Panca Brahma, Dasaksara, dan Dasa Bayu. 

Rajahan aksara yang digunakan pada kober Ganapati memiliki makna sebagai proses dari lahirnya ciptaan dari Ekaksara sebagai yang tunggal, menciptakan Dwiaksara sebagai purusa dan prakerti, sehingga melahirkan tiga manifestasi yang utama Triaksara sebagai Brahma, Wisnu dan Siwa.

Dari tiga sifat utama melahirkan lima sifat materil Panca Brahma yaitu Siwa, Atman, Pradana, matahari dan api. Dari Panca Brahma melahirkan Pancaksara yaitu Nang, Mang, Sing, Wang dan Yang.

Pancaksara merupakan unsur materiil dari Panca Mahabhuta. Kemudian dari Pancaksara terjadi proses penciptaan, yaitu dari mantra Dasaksara Sang, Bang, Tang, Ang, Ing, Nang, Mang, Sing, Wang, Yang.

Kemudian ciptaan ini dihidupkan oleh mantram Dasa Bayu, Om I A Ka Sa Ma Ra La Wa Ya Ung, yang merupakan sepuluh prana sebagai penghidup sebuah ciptaan. “Jadi urutan rajahan aksara ini digunakan pada kober Ganapati di upacara Rsi Gana sebagai proses melahirkan manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa, yaitu Gaṇapati,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP