Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Hiburan
icon featured
Hiburan

Diduga Buka Saat PPKM, Boshe Ditutup dan Didenda 

Sanggah Buka dan Video Beredar

20 Juli 2021, 05: 05: 59 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Diduga Buka Saat PPKM, Boshe Ditutup dan Didenda 

SCREENSHOT: Tangkapan layar dari video yang beredar memperlihatkan deretan cewek yang diduga pemandu karaoke di Boshe VVIP Club. (I Gede Paramasutha/Bali Express)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Tempat hiburan malam, Boshe VVIP Club, Jalan Bypass Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, diam-diam tetap buka saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Minggu (18/7). 

Bahkan sebuah rekaman video beredar di media sosial memperlihatkan suasana tempat yang berisi gadis pemandu karaoke, tanpa mengenakan masker. Video serupa juga ditunjukkan sumber aparat yang tak mau disebutkan namanya.

Atas kabar tersebut, pihak kepolisian bersama Satpol PP Badung pun bergerak cepat melakukan penindakan. Mengingat Pemerintah pusat telah menyatakan melarang operasioanl tempat hiburan malam di masa PPKM Darurat, demi menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 di Bali.

Baca juga: WOW! Dewa Budjana Kolaborasi dengan Musisi Dunia Garap Naurora

Olah tempat kejadian perkara, lanjutnya, sudah dilakukan aparat kepolisian yang bisa saja mengarah pada sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. 

"Sanksinya denda dan sebagainya dari Satpol PP. Dari kepolisian kan melakukan olah TKP,  yang sanksinya dapat mengarah ke pidana. Seharusnya mereka memahami, situasi saat ini kan darurat pandemi, janganlah bersenang-senang seperti itu yang dapat menggangu upaya menekan penularan Covid-19, nanti kalau keadaan sudah terkendali lakukan lah sesukanya," beber sumber lain dari kepolisian. 

Sementara Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, belum bisa memberikan keterangan mengenai masalah ini. 

Adapun penindakan dari Satpol PP berupa sanksi denda sebesar Rp 1 juta dan penutupan sementara Boshe VVIP Club ditandai dengan pemasangan Satpol PP Line, Senin (19/7).

Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara yang dikonfirmasi membenarkan penindakan oleh pihaknya. Namun, ia enggan menjelaskan rinciannya lebih lanjut. 

"Indik nika patut (tentang itu benar), tapi karena sebagaimana perintah pimpinan agar satu sumber terkait PPKM Darurat, melalui Humas Satgas Covid-19," terangnya. 

Dikonfirmasi terpisah, General Manajer Boshe VVIP Club, Bagus, membenarkan tempat kerjanya telah didenda dan ditutup sementara oleh Satpol PP serta didatangi Kepolisian. 

Namun, ia menyangkal kabar tentang Boshe yang buka saat PPKM Darurat. Ia mengaku, pihak Boshe saat itu sedang bersih-bersih dan memanaskan peralatan.

"Kami ndak buka sebenarnya, waktu itu kami sedang bersih-bersih dan menghidupkan mesin-mesin, karena sound system kalau tak pernah dipakai lalu didiemin bisa rusak, ini rutin tiap dua minggu di hari Rabu dan Minggu," tandasnya. 

Kronologi sampai terjadi masalah ini, lanjut Bagus, lantaran ada lelaki asal Yogyakarta yang datang mengaku sebagai teman pemilik klub malam mengaku sudah janjian.

Bagus mencoba mengonfirmasi ke atasannya, tetapi teleponnya tidak dapat dihubungi. Lalu pihaknya sempat meminta orang yang datang ini untuk menunggu di lobi, tetapi lantaran karyawan sedang bersih-bersih, maka diarahkan ke room (ruangan). 

Namun, orang itu malah menelepon teman ceweknya, hingga berdatangan ke lokasi. Pukul 17.00 Wita, pihaknya telah menyatakan pada lelaki yang diungkap berinisial Y, bahwa mereka akan tutup pintu karena sudah selesai bersih-bersih. 

"Pukul 17.00 Wita, kami  sudah kasi tau akan tutup pintu, tapi tamu ini bilang agar memberi waktu satu jam lagi, dan dia yang akan ngomong ke bos saya, ya sudahlah saya tunggu," tambahnya. 

Hingga akhir peristiwa tersebut, Bagus baru ditelepon oleh pemilik klub malam, tapi anehnya bosnya itu mengaku tidak tahu tentang tamu tersebut yang membuatnya jadi bingung. 

Tak disangka olehnya, beredar berita bahwa Boshe diam-diam buka di saat PPKM Darurat, sampai ditindak oleh Satpol PP dan Polisi. Sementara mengenai video atau foto yang beredar, Bagus berdalih bahwa video itu bukan diambil saat kejadian, melainkan sudah lama. 

"Dari baju-baju ceweknya pakai kebaya, itu sudah lama, mungkin beberapa tahun lalu, dan yang pasti bukan kemarin (18/7),” pungkasnya. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP