Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
DRESTA

Pemilihan Mangku Segara Berdasarkan Garis Keturunan

20 Juli 2021, 07: 10: 07 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pemilihan Mangku Segara Berdasarkan Garis Keturunan

Bendesa Adat Buleleng Jro Nyoman Sutrisna (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Setiap pura tentunya memiliki seorang pamangku yang bertugas menghantarkan jalannya upacara. Seorang pamangku sebelum malinggih atau mengemban tugas biasanya akan mengalami tanda-tanda niskala. Orang Bali menyebutnya kasenengan atau ngiring. 

Namun berbeda dengan pamangku di Pura Segara Desa Adat Buleleng. Seseorang yang mengemban tugas sebagai pamangku di pura tersebut dipilih berdasarkan garis keturunan.

Pemilihan pamangku itu dilakukan merujuk pada Lontar Roga Sangara Bumi dan Lontar Mpu Kuturan. Pamangku yang dipercaya mengabdi atau ngayah di Pura Segara Buleleng adalah Jro Mangku Nyoman Sutayasa.

Baca juga: Desa Adat Kesiman Berupaya Hindari Hukuman Kasepekang

Bendesa Adat Buleleng Jro Nyoman Sutrisna menegaskan, Jro Mangku Nyoman Sutayasa adalah keturunan dari pamangku sebelumnya yang juga ngayah di Pura Segara. 

Penunjukan Mangku Sutayasa pun tidak sembarangan. Namun berdasarkan lontar-lontar yang ada sebagai bahan rujukan agar tidak keluar dari jalur yang semestinya.

“Ini dikarenakan Jro Mangku sebelumnya lebar (meninggal), maka kami mengadakan paruman. Ada pun dalam awig-awig desa, dalam pasal demi pasal di Lontar Roga Sangara Bumi, itu tersirat dan tersurat dalam lontar itu. Itulah yang dipakai acuan Desa Adat Buleleng,” jelasnya.

Pemilihan pamangku di Desa Adat Buleleng ini, disebutkan Jro Sutrisna, ada tiga. Yang pertama berdasarkan usia, kedua berdasarkan lekesan, dan yang terakhir berdasarkan garis keturunan atau musyawarah mufakat. 

“Apabila tiga itu tidak dilakukan pangemong pura di kahyangan tiga di Buleleng, klian pangemong pura yang terdiri dari lima banjar adat bersepakat melihat sejarah keturunan dari pamangku yang sebelumnya. Sehingga diputuskan untuk menunjuk keturuna selanjutnya berdasarkan garis lurus keluarga,” tegasnya.

Namun sebelumnya, bendesa adat bersama dengan pangemong pura melakukan penelusuran. Mereka mencari fakta-fakta yang menunjukkan Jro Mangku Sutayasa adalah benar garis keturunan pamangku lingsir sebelumnya. 

Setelah dilakukan penelusuran dan menemukan bukti berdasarkan silsilah keluarga, prajuru desa adat sepakat dan melakukan penunjukan terhadap Mangku Sutayasa. 

“Sebelumnya, kami lakukan penelusuran. Benar tidak kalau beliau itu keturunan dari Mangku Lingsir. Bagaimana silsilah keluarganya. Setelah kami temukan bahwa memang benar, kami bersepakat menunjuk beliau, dan beliau juga bersedia ngayah di Pura Segara,” terangnya.

(bx/dhi/rin/JPR)

 TOP