Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Perubahan RPJMD Harus Tepat Sasaran

Gubernur Koster Ajak Bersama Kelola Bali Terintegrasi dan Terpola 

20 Juli 2021, 17: 53: 24 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Gubernur Koster Ajak Bersama Kelola Bali Terintegrasi dan Terpola 

Gubernur Bali Wayan Koster.  (Humas Pemprov Bali For Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam mensinkronisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023. Namun, di balik apresiasi tersebut, orang nomor satu di Pemprov Bali ini memberikan catatan dalam mengimplementasikan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali, agar lebih tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali  Wayan Koster saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Perubahan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023 secara virtual di Jayasabha, Denpasar, Senin (19/7).

Acara ini  juga dihadiri secara virtual oleh Direktur Regional I Kementerian PPN/Bappenas RI, Uke Mohammad Hussein, S.Si., MPP, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, DR. Hari Nur Cahya Murni, M.Si, dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Drs. Astera Primanto Bhakti, M.Tax.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, 13 Usaha di Kuta Selatan Ditutup Pol PP

Gubernur Bali menekankan arah pembangunan dalam perubahan RPJMD agar fokus pada pembangunan perekonomian Bali. "Kita berkaca saat ini, dimana Covid-19 menghantam kita semua, sektor pariwisata Bali juga sangat terpukul dan mengakibatkan perekonomian Bali mengalami kontraksi," kata Wayan Koster.

Gubernur Koster akan berupaya penuh mengarahkan pembangunan perekonomian Bali kedepan, tidak cukup hanya bertumpu pada satu sektor saja. Namun harus menyeimbangkan semua sektor, yaitu pariwisata, perikanan, pertanian, dan Industri untuk menopang perekonomian Bali. 

Mantan Anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, menambahkan, bahwa situasi pandemi juga telah menjadi pelajaran dan introspeksi bersama di dalam mengelola Bali. Karena itu, Gubernur Bali  mengajak semua Bupati/Walikota serta seluruh stakeholder bekerjasama mengelola Bali dengan terintegrasi dan terpola menjadi satu kesatuan, yaitu satu pulau, satu pola dan satu tata kelola sesuai dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. 

"Ini harus menjadi spirit kita bersama dalam mengelola Bali, juga harus linear dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Kabupaten/Kota," jelasnya. 

Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini, mengajak semua peserta untuk memanfaatkan momentum Musrenbang ini agar mampu merumuskan kebijakan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. 

"Kita tinggalkan sesuatu yang normatif, saatnya kita satukan komitmen bersama mewujudkan pembangunan Bali yang benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat menuju Bali Era Baru," sebutnya.

Pada acara Musrenbang tersebut, Gubernur Bali juga telah menyetujui perubahan administratif dokumen RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023. Mengingat adanya perubahan kebijakan Nasional maupun Daerah serta dinamika perkembangan dan pembangunan daerah. Termasuk adanya dampak pandemi Covid-19, yang sangat meluas bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP