Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Hasil Survei, Indeks Inklusi Keuangan Indonesia Capai 76,19 Persen

21 Juli 2021, 07: 45: 04 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hasil Survei, Indeks Inklusi Keuangan Indonesia Capai 76,19 Persen

ilustrasi (Dok.JPNN)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 76,19 persen. Angka tersebut berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, sudah 76,19 persen penduduk dewasa di Indonesia yang telah menggunakan layanan keuangan formal. Kepemilikan produk keuangan formal di kalangan masyarakat juga tercatat meningkat seiring penggunaannya.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, inklusi keuangan adalah upaya memperluas akses keuangan yang berkualitas serta berkesinambungan. Melalui layanan keuangan untuk transaksi, tabungan, kredit, investasi dan asuransi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

“Inklusi keuangan berperan penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada masyarakat menengah ke bawah. Sasaran dari inklusi keuangan ini untuk seluruh jenis kelompok masyarakat, dengan mencakup tiga dimensi keuangan inklusif yaitu akses (access), penggunaan (usage) dan kualitas (quality),” ujar Trisno, Selasa (20/7).

Baca juga: Idul Adha, Syarat Keluar Masuk Bali Jalur Udara Diperketat

Trisno memaparkan, keuangan inklusif merupakan agenda global, tidak hanya di Indonesia, isu ini juga menjadi concern pada forum global. Salah satunya dalam forum G20 The Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI), inklusi keuangan diyakini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Sembilan prinsip dasar inklusi keuangan yang disampaikan dalam forum tersebut yakni leadership, diversity, innovation, protection, empowerment, cooperation, knowledge, proportionality dan framework.

“Urgensi pengembangan keuangan inklusif bagi Bank Indonesia yakni untuk mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Yaitu kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran,” katanya.

Dari sisi kebijakan moneter, dengan adanya inklusi keuangan akan mengurangi risiko inflasi. Selain itu, inklusi keuangan juga akan mendukung kebijakan stabilitas sistem keuangan, melalui keterkaitan antar pelaku ekonomi yang baik dalam sistem keuangan.

Selanjutnya, dari sisi kebijakan sistem pembayaran, strategi inklusi keuangan mendorong peningkatan akses masyarakat ke bank melalui penurunan biaya transaksi dan mendorong penggunaan digital payment. Secara keseluruhan, keuangan inklusif akan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui kebijakan-kebijakan tersebut.

Pihaknya menyebutkan, beberapa kendala keuangan inklusif di Indonesia antara lain kapasitas ekonomi masyarakat yang belum terbentuk dan struktur masyarakat yang beragam. Sehingga diperlukan produk keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, produk dan jasa keuangan yang kurang transparan maupun perlunya dukungan infrastruktur.

“Oleh karena itu, guna mendukung keuangan inklusif harus dilakukan inovasi produk-produk keuangan dan layanan. Serta diupayakan agar tailor made mengakomodir kepentingan seluruh kalangan,” terangnya.

Adapun berbagai instrumen yang mendorong keuangan inklusif dapat berupa instrumen pembayaran, penggunaan produk simpanan, pembiayaan kredit, asuransi dan investasi. Perkembangan teknologi saat ini telah membuka peluang untuk perluasan keuangan inklusif.

Maka dari itu, peran Bank Indonesia dalam Ekonomi dan Keuangan Inklusif di Indonesia disalurkan melalui beberapa program. Yaitu pertama, elektronifikasi penyaluran bantuan sosial dan transaksi pemda. Kedua, pengembangan dan perluasan ekosistem gerakan nasional non tunai (GNNT). Ketiga, edukasi dan perlindungan konsumen. Keempat, perluasan akses keuangan bagi UMKM, dan kelima data dan informasi terkait keuangan inklusif.

“Harapannya ke depan, upaya-upaya yang dilakukan Bank Indonesia dapat mendukung target tingkat inklusi keuangan pemerintah sebesar 90 persen pada tahun 2024,” ungkapnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP