Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Sebelum Jadi Pamangku, Nyoman Sutayasa Sering Diancam Sosok Aneh

21 Juli 2021, 10: 02: 11 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sebelum Jadi Pamangku, Nyoman Sutayasa Sering Diancam Sosok Aneh

Jro Mangku Nyoman Sutayasa, Pamangku Pura Segara Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Jro Mangku Nyoman Sutayasa merupakan pemangku di Pura Segara Buleleng. Meski dipilih berdasarkan garis keturunan keluarga, namun banyak hal aneh yang dilaluinya sebelum memutuskan ngayah. 

Ditemui di Pura Segara Buleleng, Jro Mangku Sutayasa menuturkan, sebelum menjadi pamangku ia merantau bekerja di Kota Denpasar. Akan tetapi dalam meniti karier, ia selalu merasa jenuh. Makanya tak aneh, kemudian mengundurkan diri, meski belum lama bekerja di suatu tempat. Alasannya sungguh klise,  karena bosan. 

Hal itu terus berlanjut berulang-ulang, dari satu tempat ke tempat lain. Tak pernah menetap dalam satu pekerjaan. Hingga membuat keluarganya kebingungan. Akhirnya, sang ayah menempuh jalan niskala untuk mencari tahu penyebab prilaku putranya itu. 

Baca juga: Kisah Beringin Aneh dan Lumpang Batu di Pura Kayu Sakti

“Saya dahulu di Denpasar. Kerjanya tidak pernah tetap. Sekarang kerja ini, baru setahun sudah bosan, berhenti. Cari kerja yang lain. Kalau orang Bali bilang sing tegteg (tak punya pendirian tetap). Sampai bapak saya cari paranormal untuk mencari tahu saya ini kenapa. Ditanyakan sama Pak Item namanya. Dari sana dibilang saya sudah diikat di Pura Segara (Buleleng) dari kecil. Tapi saya tidak tahu kalau bapak saya cari paranormal waktu itu,” paparnya, pekan kemarin.

Dalam perjalanannya, ia mulai bermimpi aneh. Mimpi pertamanya adalah mimpi digulung ombak. Namun anehnya, ombak di dalam mimpinya itu bisa bicara. 

Diceritakan dalam mimpi itu, ia  sedang berdiri di jeroan Pura Segara, menghadap ke utara. Tiba-tiba datang air laut naik hingga melebihi atap wantilan pura. Lalu ombak itu berbicara kepadanya seraya mengancam. “Nyak sing? Amen sing nyak, jani be lakar seret," ungkapnya. Maksudnya, onbak tetsebut menanyakan mau tidak? Jika tidak mau, sekarang akan diseret.

Mendengar hal itu, ia pun ketakutan. Lalu ia pun menyanggupi permintaan ombak di dalam mimpi tersebut. Namun lagi-lagi ombak tersebut berbicara, dan mengatakan jika dirinya benar-benar bersedia, ia diajak langsung duduk di Pura Segara tersebut. 

“Saya diminta duduk di depan Palinggih Rong Telu. Diminta sembahyang disana. Dan, otomatis saya bisa Tri Sandya, padahal sebelumnya tidak bisa. Sembahyang pun jarang,” tuturnya.

Mimpi aneh berikutnya yang dialami adalah bertemu dengan sosok besar tinggi bertangan empat. Dalam mimpi itu diceritakan, sosok tersebut sangat seram. Semua manusia yang melintas dihadapannya tak luput dari amukannya. 

 Ia yang menyaksikan hal tersebut sangat ketakutan hingga tak mampu bergerak. “Kalau yang ini saya takut sekali. Ngeri sekali. Saya melihat orang tinggi besar. Tanggannya empat. Semua orang yang ada dihadapannya, semua tangannya diputus, kakinya juga diputus. Pokoknya ngeri sekali. Tepat di sana, di jaba tengah pura,” terang Jro Mangku Sutayasa 

Saking takutnya kemudian ia memberanikan diri memohon ampunan dan memegang erat kaki kanan sosok tersebut. “Takut saya, saya pegang cokor (kaki) kanannya sambil menunduk. Karena takut saya tidak berani pandang. Tapi saya tahu kalau beliau sedang menoleh saya,” lanjutnya.

Mimpi aneh ternyata tak berhenti, sebelum akhirnya didapuk jadi pamangku. Namun ia selalu menanggapi mimpi tersebut dengan jalan melakukan tapa puja. Bersembahyang dan membersihkan diri setelah bangun tidur. “Kalau mimpi-mimpi aneh itu sering saya alami. Dipanggil dengan genta juga saya pernah. Saya jalani saja karena menurut saya itu panugerahan,” pungkasnya.

(bx/dhi/rin/JPR)

 TOP