Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Diperpanjang, Kadin Bali Sebut Langkah Realistis

21 Juli 2021, 18: 07: 28 WIB | editor : Nyoman Suarna

Diperpanjang, Kadin Bali Sebut Langkah Realistis

DIPERPANJANG : Salah satu mall di Denpasar yang tutup. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Adanya perpanjangan PPKM hingga 25 Juli dinilai oleh Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, I Made Ariandi, merupakan langkah realistis saat ini jika menyangkut keselamatan masyarakat. Lantaran, apa yang telah diputuskan Presiden RI, Joko Widodo, pasti telah memperhitungkan dari segala aspek.

“Ini bukan perkara mendukung atau tidak mendukung, tapi ini langkah realistis menyangkut keselamatan. Tindakan kesehatan berbasis 5M untuk kesehatan masyarakat. Karena nantinya jika second wave tidak terkendali, fasilitas kesehatan akan tertekan. Tidak hanya kamar saja yang penuh, nakesnya juga pasti akan tertekan,” komentarnya saat dihubungi, Rabu (21/7).

Menurutnya, perpanjangan PPKM dirasa tepat saat ini, dengan catatan tidak ada peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan lagi. Ia pun melihat penerapannya di lapangan sesuai dengan regulasi. Dan jika mengundang keluhan, merupakan hal yang wajar. “Masalahnya kan keselamatan, kalau kita kemarin bersinergi, kesehatan diambil tindakan, ekonomi diambil solusinya. Sekarang pertimbangannya kan lebih berat ke kesehatan

Baca juga: Isolasi Fokus di Poltrada, BOR RS di Tabanan Dekati 80 Persen

Tak dipungkiri olehnya para pengusaha mengalami penurunan pendapatan karena PPKM Darurat ini. Namun, pada prinsipnya dari pengusaha mendukung langkah pemerintah. Asalkan, kata dia, apa yang menjadi program pemerintah bisa diimplementasikan oleh pemangku regulasi lainnya. “Hampir semua sektor usaha terdampak. Mana yang tidak susah, hampir dua tahun kita semua melewati ini dan kesulitan dalam beroperasi seperti para pelaku pariwisata,” katanya. “Tapi nanti apa yang menjadi harapan bagi Bali, saat kasus menurun dan dibarengi prokes yang ketat, Bali bisa dibuka untuk wisatawan,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pihak Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bali, mengikuti Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 dan SE Gubernur Bali Nomor 11 Tahun 2021. Yang mana, kegiatan pada pusat belanja/mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan.

“Walau menurut kami pusat belanja prokesnya lebih terjaga dibandingkan pasar tradisional. Harapannya setelah tanggal 25 kasus turun dan pusat belanja bisa diijinkan buka lagi,” ungkap Ketua APPBI Bali, Gita Sinarwulan.

Gita mengungkapkan, sepanjang PPKM Darurat kemarin, kunjungan sektor esensial di mall daerah Denpasar berkisar antara 10 sampai 15 persen dari kunjungan normal. Sementara kunjungan untuk mall di wilayah Badung tak lebih dari 5 persen. 

“Dampaknya jelas kami sulit membayarkan kewajiban kami karena pembayaran tenant pasti sulit. Sementara kami harus memberikan kebijakan-kebijakan agar tenant mampu membayar. Mudah-mudahan tidak lebih dari satu bulan, sehingga PHK karyawan tidak perlu terjadi,” harapnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP