Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Mengenal Periodontitis, Penyakit yang Ada Sejak Awal Kehidupan Manusia

21 Juli 2021, 18: 32: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

Mengenal Periodontitis, Penyakit yang Ada Sejak Awal Kehidupan Manusia

Ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-  Penyakit mulut dan gigi ternyata tidak saja terkait masalah kesehatan gigi semata, namun jenis penyakit dalam organ ini juga sangat beragam. Salah satunya adalah penyakit Periodontitis. Seperti apa penyakit ini dan seberapa ganas dia?

Dokter Spesialis Gigi dan Kesehatan Mulut, RSUP Sanglah, dr. Media Sukmalia Adibah, Sp. Perio, mengatakan penyakit periodontitis merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang gusi. "Jika diliaat dari sejarahnya, penyakit ini sudah ada sejak awal kehidupan manusia, karena mengunyah makanan sudah dilakukan pada masa itu untuk manusia bertahan hidup," jelasnya.

Untuk di Indonesia sendiri, penyakit periodontitis dikenal dengan nama penyakit infeksi gusi hingga saat ini masih menempati urutan kedua sebagai penyakit infeksi berat dalam masalah kesehatan mulut dan gigi yang bisa menyerang siapa saja dalam rentan usia anak-anak hingga lansia.

Baca juga: Puluhan Ribu KPM di Buleleng Terima Bantuan

Periodontitis atau penyakit gusi dijelaskan drg. Media adalah infeksi gusi serius yang merusak jaringan lunak dan menghancurkan tulang yang mendukung gigi. Dalam kebanyakan kasus, periodontitis dimulai dengan plak - biofilm lengket yang terdiri dari bakteri. Jika tidak ditangani, plak akhirnya dapat berkembang menjadi periodontitis. Plak terbentuk pada gigi ketika pati dan gula dalam makanan berinteraksi dengan bakteri yang biasanya ditemukan di mulut. 

Plak bisa mengeras di bawah garis gusi dan menjadi karang gigi (kalkulus) jika tidak dibersihkan sehingga lebih sulit dihilangkan dan dipenuhi bakteri. Semakin panjang plak dan karang gigi yang tersisa di gigi, semakin banyak kerusakan yang disebabkan. "Plak dapat menyebabkan gingivitis, bentuk penyakit periodontal yang paling ringan," lanjutnya.

Peradangan gusi yang berlangsung menyebabkan periodontitis, yang akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang terisi oleh plak, karang gigi dan bakteri. Pada akhirnya, kantong-kantong ini menjadi lebih dalam, terisi dengan lebih banyak bakteri. Jika tidak diobati, infeksi yang dalam ini menyebabkan hilangnya jaringan lunak dan juga tulang, yang pada akhirnya menyebabkan penderita kehilangan satu atau lebih gigi. Selain itu, peradangan kronis yang sedang berlangsung dapat memberatkan sistem kekebalan tubuh penderita.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP