Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

PPKM Diperpanjang, Pengusaha Hotel Sebut Tourism Perkara Kepercayaan

21 Juli 2021, 19: 28: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

PPKM Diperpanjang, Pengusaha Hotel Sebut Tourism Perkara Kepercayaan

Owner Taman Agung Beach Inn Hotel Sanur, I Gusti Agung Alit Kencana. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemerintah telah resmi memperpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 25 Juli mendatang. Putusan tersebut diambil lantaran kasus Covid-19 di wilayah tersebut masih fluktuatif.

Menanggapi kebijakan tersebut, owner Taman Agung Beach Inn Hotel Sanur, I Gusti Agung Alit Kencana mengaku, secara ekonomi PPKM sangat berpengaruh terlebih adanya perpajangan ini. Namun, dia menilai, ekonomi masyarakat bisa tumbuh jika kondisi dari pandemi Covid-19 terkendali. “Ini seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jadi memang harus berjalan dengan melihat ukuran-ukuran yang mana harus diprioritaskan,” katanya saat diwawancara, Rabu (21/7).

Karena, menurutnya, tourism perkara kepercayaan. Bali harus menumbuhkan rasa percaya pada wisatawan, maka dari itu penghijauan wilayah dinilai penting. Nantinya jika Sanur, Ubud, dan Nusa Dua sudah hijau, kemudian dibuktikan dengan data penurunan kasus, maka wisatawan tidak akan ragu untuk datang ke Bali.

Baca juga: Bantu Tracing Warga Terpapar, Puluhan Bintara Remaja Diterjunkan 

“Kalau sekarang kasusnya sedang melonjak, ya harus PPKM. Tapi kalau misalnya nanti kasus sudah mulai melandai, ya harus dibuka dengan perlakuan-perlakuan khusus. Seperti di Bali menerima turis yang berbasis vaksin, artinya orang yang masuk Bali harus sudah tervaksin. Kalau tidak rugi kita green zone,” kata dia.

Intinya, imbuhnya yang juga sebagai Bendesa Adat Intaran ini, PPKM harus diikuti dengan harapan kasus ini cepat terkendali. Pasalnya, dunia pariwisata di Bali sangat rentan. “Begitu turis yakin sudah savety, mereka akan datang karena berwisata bisa dipilih. Tidak seperti rumah sakit, begitu sakit harus datang ke rumah sakit. Tapi untuk berlibur wisatawan bisa memilih,” tuturnya.

Untuk menarik wisatawan, pihaknya memberikan promo-promo dan menurunkan harga yang disosialisasikan di media sosial. Saat ini, katanya, hanya wisatawan domestik yang bisa diharapkan. “Karena jika mengharapkan internasional, itu belum dibuka. Walaupun dibuka belum tentu mereka datang,” jelasnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP