Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Bupati Jembrana Tegaskan Lagi Pentingnya Vaksinasi dan Disiplin Prokes

21 Juli 2021, 21: 06: 35 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Bupati Jembrana Tegaskan Lagi Pentingnya Vaksinasi dan Disiplin Prokes

LANJUT : Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai mengikuti Rakor Implementasi PPKM yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan secara virtual dari Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (21/7) (Gede Riantory Warmadewa/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pulau Jawa dan Bali digelar secara virtual, Rabu (21/7) siang. Dalam Rakor yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan itu, pemerintah pusat memberlakukan kebijakan PPKM level 4 untuk wilayah Jawa dan Bali. 

Kebijakan itu mulai berlaku dari tanggal 21 juli 2021 hingga 25 Juli 2021, melanjutkan kebijakan PPKM Darurat yang berakhir 20 Juli 2021.

Dengan kebijakan baru itu, maka istilah 'PPKM Darurat" seperti di instruksi sebelumnya tidak lagi digunakan. Khusus untuk di wilayah Bali, akan menerapkan PPKM Level 3 yang diperkuat dengan SE Gubernur Bali No.11 Tahun 2021. 

Baca juga: Perumda TAB Terapkan WFO, Optimalkan Layanan Selama PPKM

Dalam kebijakan PPKM Level 3 itu, sejumlah aktivitas masyarakat mulai diperlonggar, kendati tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Seperti jam operasional warung dan rumah makan yang diperbolehkan buka hingga pukul 21.00 Wita dari yang sebelumnya dibatasi hingga pukul 20.00 Wita.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama jajaran Forkopimda mengikuti Rakor secara virtual dari Rumah Jabatan Bupati Jembrana. Terkait kebijakan baru di masa PPKM level 3 itu, Tamba mengajak masyarakat Jembrana untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. 

Selain itu, ia menginginkan  seluruh warga Jembrana yang memenuhi syarat untuk bisa divaksin Covid-19. “Saya tidak lelah mengingatkan masyarakat Jembrana untuk patuh pada dua hal itu saat ini. Disiplin protokol kesehatan serta ikuti vaksinasi. Ini kunci untuk menghentikan penyebaran Covid-19, agar semuanya bisa sehat,” ujarnya.

Tamba menyadari banyak masukan dan aspirasi warga Jembrana yang merasa diberatkan dengan kebijakan PPKM Darurat sebelumnya. Meski mengaku sependapat dengan warga, namun Tamba menegaskan kebijakan PPKM Level 3 itu harus diikuti. 

Kesadaran dan peran warga Jembrana dalam keseharian menerapkan disiplin prokes termasuk melakukan vaksinasi lengkap Covid-19, diyakininya mampu menekan penyebaran virus dan juga membantu kinerja tenaga medis yang saat ini berjuang merawat pasien Covid-19 di fasilitas-fasilitas kesehatan.

Menurut Tamba, jika nantinya selama pemberlakuan PPKM Level 3 kedepan banyak aturan yang dilanggar, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus kembali. Untuk itu, Tamba bersama jajaran Forkopimda akan menggencarkan sidak vaksinasi menyasar fasilitas umum untuk mengecek langsung dan memastikan apakah masyarakat sudah divaksin atau belum. 

Selain itu, pihaknya juga menyediakan dan memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19 di tempat. “Kami akan mulai dari Terminal Negara. Setiap warga yang masuk ke terminal (Pasar Senggol) akan kami cek, apakah mereka membawa surat vaksin atau tidak. Jika ternyata belum divaksin, maka mereka langsung divaksin,” terangnya.

Tamba menambahkan, pandemi ini tidak akan bisa selesai jika lonjakan kasus baru Covid-19 kembali terjadi. Padahal, pihaknya berharap dan ingin ekonomi segera bisa berjalan. “Jika kasus meningkat, kami khawatir tenaga medis akan kewalahan sehingga tidak mampu memberikan pelayanan. Kasihan jika ada warga yang sakit dan butuh tindakan medis, tidak bisa tertangani secara maksimal nantinya," pungkasnya. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP