Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

DGL Sukses, ESI Denpasar Syukuran Bagi-Bagi Nasi Jinggo

21 Juli 2021, 21: 30: 53 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

DGL Sukses, ESI Denpasar Syukuran Bagi-Bagi Nasi Jinggo

SOSIAL : Komunitas E-Sports Denpasar bersama ESI Denpasar dan beberapa pihak aksi sosial  bagi-bagi nasi jinggo. Selain berbagi, mereka juga membeli nasi jinggo yang dijual di pinggir jalan oleh warga di Kota Denpasar. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Setelah sukses menggelar Denpasar Gaming League (DGL) belum lama ini, Pengkot E-Sports Indonesia (ESI) Denpasar, menggelar acara syukuran dengan membagikan nasi jinggo kepada warga, Selasa (20/7) lalu di beberapa lokasi di Kota Denpasar.

Ketua Pengkot ESI Denpasar, I Nyoman Adikarya Nugraha saat dihubungi Rabu (21/7) mengatakan, selain bentuk rasa syukur setelah rangkaian event DGL yang panjang, pihaknya ingin berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk masyarakat di luar olahraga. Meski tidak seberapa, terpenting diiringi niat yang tulus untuk meringankan beban warga yang terdampak pandemi  Covid-19.

“Kami tidak sendiri di kegiatan kemarin. Ada beberapa komunitas E-Sports seperti Semeton E-Sports dan Kawan Mabar, politisi, pengusaha dan pengurus ESI Denpasar. Totalnya ada 15 orang,” papar Adikarya.

Baca juga: Bupati Jembrana Tegaskan Lagi Pentingnya Vaksinasi dan Disiplin Prokes

Dibeberkannya, selain membagikan nasi jinggo, yang terlibat itu juga membeli nasi jinggo yang dijajakan oleh masyarakat di pinggir jalan sebelum jam ketentuan maksimal saat PPKM Darurat. 

“Melihat polemik pandemi yang panjang, dan pemberitaan pro  kontra di media, kami ingin melangkah dan menempatkan diri dengan mencoba berbuat. Dari kegiatan itu, ternyata banyak dari penjual nasi jinggo yang menggunakan sepeda motor adalah mantan pegawai pariwisata. Kami membeli dan  ingin mendengar dan menjadi teman cerita jika mereka masih punya asa,” bebernya lantang.

Lantas, apakah kegiatan sosial ini akan diteruskan?  “Kegiatan ini sifatnya merespon yang sudah ada, membantu yang sudah ada dan memantik untuk kegiatan berikutnya. Mudah-mudahan ada rezeki lebih kami pasti lakukan lagi,” paparnya.

Sebenarnya, ESI Denpasar juga memiliki ide ingin mengadakan charity event yang hasilnya akan digunakan untuk kegiatan sosial. Kendalanya adalah bagaimana konsep pastinya belum ditentukan. “Ide itu memang bagus. Tapi karena masa pandemi, harus berhitung soal kapan, dimana dan siapa yang terlibat. Belum lagi soal izinnya.  Ini membutuhkan waktu panjang pastinya,” tandasnya. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP