Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Angin Segar, Latihan Sentralisasi PON Diproyeksi Awal Agustus

21 Juli 2021, 21: 34: 05 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Angin Segar, Latihan Sentralisasi PON Diproyeksi Awal Agustus

IGN Oka Darmawan (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Di tengah kegundahan para atlet Pelatda Bali soal tersendatnya latihan menghadapi PON akibat aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), KONI Bali memberikan angin segar. Hal itu berupa disiapkannya Training Camp (TC) sentralisasi bagi patriot olahraga Bali yang akan bertarung di Papua mendatang.

“Proyeksinya selama dua bulan, dari 3 Agustus sampai 3 Oktober mendatang,” ungkap Sekretaris Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan,Rabu (21/7).

Oka Darmawan juga menambahkan, hanya saja untuk tempat hotel TC sentralisasi masih dalam tahap pembicaraan. Hasil tersebut berdasarkan rapat intern pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali yang dilakukan Rabu (21/7). 

Baca juga: Giri Prasta Serahkan BLT di Tiga Kecamatan

TC sentralisasi tersebut, lanjutnya, bakal diikuti 239 atlet dengan 66 pelatih dan pastinya menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Kami sudah merapatkan itu dan hasilnya memang seperti itu. Kini KONI Bali akan kerja keras mempersiapkan semuanya, termasuk bagaimana prokesnya, memanggil atlet dan lainnya. Ini memang PON yang sangat menyita pikiran dan harus kerja keras mempersiapkannya,” kata Oka Darmawan.

Paling utama yang dibahas soal persiapan, yakni mempersiapkan prokes dengan ketat dan membuat atlet disiplin tak hanya dalam sisi teknis, namun juga dari sisi kebugaran, stamina serta penerapan prokes. 

“Ini juga sudah kami bahas dengan Bidang Kesehatan terkait bagaimana menjaga agar atlet PON Bali tetap dalam kondisi bagus dan jauh dari paparan Covid-19. Pasalnya, jika terpapar jelas atlet itu tidak bisa kami berangkatkan ke PON XX/2021 di Papua, Oktober nanti,” jelas Oka Darmawan.

Tak kalah pentingnya, lanjutnya, bagaimana tim kesehatan itu  menyiapkan tes swab bagi atlet PON yang terbang ke Papua, sehingga batas waktu swab dengan keberangkatan, bisa disesuaikan. “Atlet dan pelatih PON juga wajib memenuhi persyaratan sudah vaksin," tandas Oka Darmawan. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP