Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Tenung Tanya Lara (3) : Panas Dingin dan Sakit Kepala

22 Juli 2021, 09: 29: 04 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tenung Tanya Lara (3) : Panas Dingin dan Sakit Kepala

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali'.

Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.

Muka panas dan terasa sakit seperti ditekan, badan lemah dan pegal disebut tuju gagrut. Sarana : benalu pohon kapas (Gassypium SP. Malvaceae), akar jambu putih, bawang (Allium ascalonicum L. Liliaceae), adas (Foeniculum vulgare Mill Umbelliferaceae), garam uku, dipipis dan airnya diminum. 

Baca juga: Desa Adat Bengkala Atur Khusus Soal Warga Pelihara Anjing

Sembar pada perut : bangle (Zingiber cassumunar Roxb. Zingiberaceae), konci (Boesenbergia pandurata Schl. Zingiberaceae), merica (Piper nigrum L. Piperaceae) 3 biji kencur (Koempferia galangal F. Zingiberaceae), dan musi (Artanisia cina Berg. Compositae).

Panas dingin dan perut gembung, disembark dengan daun kasimbukan (Paederia foetida L. Rubiaceae) yang dipanggang, garam, temutis (Curcuma purpurascens Bl. Zingiberaceae), ketumbar (Coriandrum sativum L. Umbelliferaceae). Bedak : daun tawas (Alum Sphatikar), dipanggang, pulasahi (Alyxia reinwardtii Bl. Apocynaceae), tahi rayap, garam, kelapa dibakar, dipakai bedak.

Panas dingin. Sarana : daun dingin-dingin, lawos kaliaga, inti dasun atau bawang putih (Allium sativum L. Lilliaceae), sintok (Cinnamomum Sintok Bl. Lauraceae) dipanggang dipakai bedak. Jamu : daun pohon beringin (Ficus benghalensis L. Moraceae), garam, diminum. 

Panas dingin dan sakit kepala. Sarana : daun soni dipanggang, lawos dibakar, pulasahi, dipanggang, kunir (Curcuma Longa L. Zingiberaceae), garam, dipakai bedak. Jamu: temulawak (Curcuma xanthorihza Roxb. Zingiberaceae) temu tis (Curcuma purpurascens Bl. Zingiberaceae), air cendana yang digosokkan, diminum.

Panas gelisah dan mata mendelik, bernama tiwang sangsangan. Sarana : kulit pohon kepuh (Sterculia foetida L. Sterculiaceae), umbi paspasan (Coccinia cordifolia Cogn Cucurbitaceae), air jeruk (Citrus Sp. Rutaceae), diminum. 

Bedak : kulit pohon sehe (Cymbopogon citratus stapf. Graminaceae), kulit pohon timbul (Artocapus Cunmunis G. Farst), daun nangka (Artocarpus heterophylla Lamk. Moraceae), waktu jatuh daunnya menghadap kepermukaan, dasar dari bawang putih atau jasun (Allium sativum L. Liliaceae), lawos kapur, kencur (Kaempferia galanga L. Zingiberaceae), ketumbar (Coriandrum sativum L. Umbelliferaceae), musi (Artenisi cina Berg. Compositae), dijerang ditetesi minyak kelapa, dipakai bedak. 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP