Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Rumah Sakit di Gianyar Mulai Ketar-ketir Imbas Stok Oksigen Menipis

22 Juli 2021, 16: 48: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Rumah Sakit di Gianyar Mulai Ketar-ketir Imbas Stok Oksigen Menipis

DIKAWAL : Satlantas Polres Gianyar saat mengawal pendistribusian oksigen, Rabu malam. (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Pasokan oksigen di rumah sakit milik pemerintah yang ada di Kabupaten Gianyar mulai menipis. Hal itu terjadi karena penggunaan oksigen yang meningkat namun pasokan yang datang hanya setengah dari pesanan.

Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, didampingi Kabag Umum Setda Gianyar, Gusti Ngurah Bem, mengatakan bahwa RSU Payangan saat ini merawat pasien sebanyak 20 orang dengan kemampuan 13 TT yang ada di awal. "Untuk mengatasi jumlah kenaikan pasien kami, RSU Payangan berupaya menambah jumlah isolasi Non Tek Negatif menjadi 20 TT per kemarin," ungkapnya, Kamis (22/7).

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa berdasarkan analisa kebutuhan real time pasien RSU Payangan memerlukan 240 ton atau 40 tabung oksigen besar dalam satu hari. "Namun suplai dari penyedia Samator per hari rata-rata 20 tabung atau hanya setengah dari kebutuhan kami," bebernya.

Baca juga: Selain Ingatkan Prokes, Satpol PP Bali Berikan Sembako Warga

Maka dari itu, untuk mengatasi stok oksigen yang terbatas, saat ini tim RSU Payangan terus melakukan amprah melalui SSO Inventory Oksigen Satgas Oksigen Provinsi Bali. "Itu kita update setiap saat sesuai dengan jumlah dan kondisi pasien," imbuhnya.

Dengan demikian pihaknya berharap, dengan sistem SSO itu penyedia oksigen dari PT Samator bisa menormalisasi kebutuhan oksigen.

Terkait adanya pasien RSU Payangan yang dirujuk, ia menegaskan jika hal itu dilakukan tidak semata karena keterbatasan oksigen. Namun lebih kepada kondisi pasien yang membuat pasien harus dirujuk. "Pasien yang dirujuk adalah pasien gejala berat dengan kebutuhan alat HFNC atau Ventilator O2 cepat, dimana alat tersebut memang belum tersedia di RSU Payangan saat ini," sambungnya.

Terlebih menurutnya dirujuk ke RS pemerintah atau swasta tidak ada masalah karena semua pasien Covid ditanggung oleh negara, sehingga tidak akan ada biaya yang dipungut dari pasien.

Ditambahkan oleh Kabag Umum Setda Gianyar, Gusti Ngurah Bem, saat ini Pemda Gianyar mengutamakan kepastian pasien agar terlayani untuk itu koordinasi antar RS juga berlangsung dengan baik.

"Berdasarkan pemesanan atau amprah per hari melalui aplikasi sesuai kebutuhan 1x24 jam, sebanyak 219 tabung per 1314 meter kubik. "Namun yang datang setiap hari berkisar 165 tabung," ujarnya.

Dan kekurangan oksigen itu kata dia sudah dikomunikasikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali hingga Gubernur Bali. "Pak Bupati sudah langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Semoga setiap hari  oksigen dapat diterima kembali sesuai dengan kebutuhan," pungkasnya.

Disisi lain Satlantas Polres Gianyar mengawal ketat pendistribusian oksigen ke sejumlah rumah sakit yang ada di Gianyar. 

Kasat Lantas Polres Gianyar, AKP Laksmi Wieryawan, mengatakan bahwa distribusi oksigen yang mereka kawal terakhir berlangsung Rabu petang. Distribusi dilakukan secara estafet. "Kami ada mengawal distribusi oksigen secara estafet dari perbatasan Gianyar ke RS Ari Canti, di Desa Mas, Ubud," tegasnya.

Menurutnya untuk pelaksanaan pengawalan, jika akan ada pendistribusian ke wilkum Gianyar atau melintas wilkum Gianyar maka pihaknya akan dihubungi oleh Ditlantas untuk melakukan pengawalan.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP