Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Catat Pertumbuhan Pajak Minus, KPP Pratama Gianyar Tetap Optimis

22 Juli 2021, 17: 30: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

Efektifkan Pengawasan KPP Pratama Gianyar Akan Bentuk Seksi Pengawasan

Kepala KPP Pratama Gianyar, Moch. Luqman Hakim (kiri). (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Pemasukan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gianyar anjlok dari tahun sebelum pandemi Covid-19. Berdasarkan data per Kamis 22 Juli 2021, pertumbuhan sektor pajak minus 5,9 persen. Atas kondisi tersebut KPP Pratama Gianyar pun saat ini membentuk seksi pengawasan agar pengawasan pajak bisa dilakukan lebih intensif.

Berdasarkan data yang diperoleh, per Kamis (22/7), target pemasukan pajak per Juli 2021 ini sebesar Rp 663 Miliar lebih. Namun hingga saat ini yang baru masuk sebesar Rp 288 Miliar lebih (bruto). Sementara netto sebesar Rp 285 miliar lebih. Sumber pajak dari KPP Pratama Gianyar selama ini adalah Pajak Penghasilan (PPn), PPN dan Pajak Bumi Bangunan. Sayangnya dari total tersebut, KPP Gianyar mencatat pertumbuhan pajak saat ini minus 5,9 persen.

Kepala KPP Pratama Gianyar, Moch. Luqman Hakim menyampaikan bahwa pertumbuhan pajak sangat tergantung pada kondisi ekonomi masyarakat. "Kalau ekonomi bagus, otomatis pemasukan pajak juga bagus. Kalau kondisi krisis seperti saat ini, ya sebaliknya, kondisi pajak juga tidak bagus," tegasnya Kamis (22/7).

Baca juga: Rumah Sakit di Gianyar Mulai Ketar-ketir Imbas Stok Oksigen Menipis

Kendati pun demikian pihaknya optimistis, dalam beberapa pekan ke depan, penerimaan pajak akan bertambah. Dimana per hari Kamis, pajak dari sektor PPN belum masuk. "Selama ini PPN menjadi penyumbang pajak terbesar di KPP Pratama Gianyar. PPN tersebut terdiri dari sektor perdagangan, jasa dan yang paling banyak menyumbang adalah proyek pemerintah yang dibiayai APBD dan APBN," bebernya.

Dengan demikian ia menegaskan jika pertumbuhan pajak belum bisa sepenuhnya dikatakan minus 5,9 persen. "Minggu-minggu ini akan ada setoran PPN, yang nilainya besar, jadi kami harapkan berkurang minusnya jadi 2 atau 3 persen saja," sebutnya.

Namun ia tidak bisa memungkiri jika ambruknya sektor pajak disebabkan karena situasi ekonomi masyarakat Bali yang terlanjur menyatu dengan pariwisata. Sehingga ketika pariwisata lesu, maka ekonomi masyarakat pun merosot. 

Maka pada akhir bulan Mei, pihaknya melakukan restrukturisasi, dimana pihaknya akan membentuk seksi pengawasan. "Itu salah satu tugasnya melakukan pengawasan pembayaran kepatuhan material dan sebagainya. Diharapkan seksi ini bisa melakukan pengawasan lebih intensif," pungkasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP