Selasa, 28 Sep 2021
baliexpress
Home > Nasional
icon featured
Nasional

OPD Dirampingkan, Dewan Harapkan Kinerja Pegawai Efisien dan Efektif

22 Juli 2021, 18: 51: 08 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

OPD Dirampingkan, Dewan Harapkan Kinerja Pegawai Efisien dan Efektif

Anggota Komisi I DPRD Bali, I Made Rai Warsa. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Perampingan delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali saat ini tengah digodok pansus DPRD Bali. 

Tujuan dari penggabungan OPD tersebut diharapkan lebih efesiensi, gampang dikontrol, hingga kinerjanya lebih nyata.  Hal itu dijelaskan anggota Komisi I DPRD Bali, I Made Rai Warsa, Kamis (22/7).

Rai Warsa yang juga masuk dalam pansus perampingan OPD itu, menjelaskan, sampai saat ini draf usulan yang disusun telah mendekati 90 persen. Hanya saja dari delapan OPD yang akan dirampingkan, dua masih perlu ada pembahasan, yaitu Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Baca juga: Oksigen Langka, Operasi Terjadwal Mulai Terimbas

Sementara yang sudah pasti menjadi satu, yakni Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga degan Dinas Perpustakaan. Dinas Kebudayaan dengan Arsip Daerah, dan Badan Kepegawaian Daerah dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. “Drafnya sudah ke pusat, artinya dari pusat itu usulan kita memag hampir 90 persen diterima,” jelasnya.

Rapat pansus perampingan ini, lanjutnya, digodok oleh anggota gabungan dari Komisi I dan III DPRD Bali. " Rapat juga dihadiri oleh beberapa kepala OPD terkait dan ada juga perwakilannya,” sambung pria asal Payangan, Gianyar ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rai Warsa yang juga menjadi Ketua Pansus ini, juga menyebutkan bahwa perampingan OPD ini bertujuan untuk efisiensi dari anggaran hingga kinerja para pegawainya. Salah satunya ia mencontohkan agar masing-masing bidang dapat bekerja dengan optimal dan dapat dikontrol lebih gampang. Penggabungan ini juga untuk lebih gamblangnya para pagawai dalam melakukan pekerjaan.

“Kalau tidak digabung itu berlarut-larut saat dikasi job-jobnya. Harus hasil kinerjanya lebih bagus daripada sebelum digabung. Begitu juga dalam pengawasan untuk lebih mudah dikontrol,” pungkas politisi PDIP ini. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP
Artikel Lainya