Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Gubernur Koster Perkuat Branding, Bikin Arak Bali Unggul Berdaya Saing

Ini Pemenang Lomba Desain Kemasan 

22 Juli 2021, 20: 30: 36 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Gubernur Koster Perkuat Branding, Bikin Arak Bali Unggul Berdaya Saing

ARAK : Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan hadiah Lomba Desain Kemasan Minuman Tradisional Arak Bali di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (22/7).  (Humas Pemprov Bali For Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Gubernur Bali Wayan Koster terus  mengampanyekan minuman tradisional Arak Bali sebagai salah satu strategi membangkitkan kembali sumber daya dan produk  lokal. 

Minuman tradisional Arak Bali diharapkan sebagai sumber penghidupan serta bagian dari pertumbuhan perekonomian yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018, tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

"Kita harus bergerak kembali dengan memberdayakan dan memanfaatkan sumber daya lokal yang kita punya, sebagai sumber kehidupan dan unsur dalam pengembangan ekonomi Bali. Agar ekonomi kita bisa tumbuh dari kekayaan alamnya sendiri," jelas Gubernur Koster dalam acara penyerahan hadiah Lomba Desain Kemasan Minuman Tradisional Arak Bali di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (22/7). 

Baca juga: Luh Keni Bagikan Susu Gratis Untuk Balita dan Ibu Hamil

Disebutkannya, Arak adalah komoditas tradisional yang memiliki kekhasan tersendiri. Sebagai minuman lokal, Arak ingin dijadikan produk unggulan yang punya daya saing hingga di tingkat nasional maupun internasional, seperti Sake dari Jepang, Soju dari Korea, dan lainnya.

“Dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Destilasi Khas Bali, kita ingin perkuat tata kelolanya hingga ke hilir. Sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber penghidupan, serta mengembangkan IKM dan UMKM kita. Ingat tata kelolanya yang ditekankan bukan artinya bebas mengonsumsi," tegas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini. 

Keinginan besar mengembangkan arak, lanjut Gubernur Koster, harus dibarengi dengan usaha memperbaiki kualitas dan juga memperkuat brandingnya sebagai produk Bali. Termasuk dari sisi desain kemasan,  kualitas (Arak) harus dijaga dengan maksimal. 

"Jangan ada yang merusak menggunakan fermentasi tak biasa yang tidak sesuai dengan cara di Bali, karena Arak ingin dijadikan produk internasional," ujarnya. 

Dikatakannya, Arak Bali mendapatkan pujian dari para duta besar dari negara sahabat. Mantan Anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini, mengiginkan sumber daya lokal Bali tersebut digeluti orang lokal pula. Sehingga warga lokal punya sumber rezeki dari produk-produk lokal yang ada di Bali. “Kita bisa tumbuh dengan sumber daya yang kita punya, dari hulu hingga hilir," ujar dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta mengatakan, label dan kemasan yang telah memenangkan lomba akan dipatenkan dan menjadi brand bagi produk Arak Bali yang akan dipasarkan. 

"Kemasan yang terpilih ini nantinya akan menjadi branding bagi produk kita, terutama Arak yang telah menjalankan regulasi dan tata kelola sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020," kata Jarta. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, kemasan yang terpilih juga diharapkan menjadi bagian dari usaha pemenuhan pasar dalam negeri dan pemenuhan pasar ekspor, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing minuman tradisional Arak khas Bali. Sehingga dapat mensejahterakan krama Bali, khususnya perajin Arak. 

“Sesuai data yang ada, kini perajin Arak yang tersebar di seluruh Bali berjumlah 1.472 perajin. Masing-masing perajin menaungi 2-3 petani Tuak," ungkapnya.

Salah satu pengusaha Arak Bali, Nyoman Yuli Arsana mengungkapkan, dengan adanya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2021, sangat membantu perajin hingga pabrik lokal kita menghasilkan Arak dengan kualitas yang baik. 

Karena dalam regulasi ini, juga mencantumkan cara-cara fermentasi dan destilasi yang benar. "Dahulu yang banyak beredar di permukaan, Arak yang tanpa kemasan, tanpa proses yang ketat,  tanpa mengikuti regulasi, hingga menjadikan Arak Bali itu terkesan tidak bagus di mata publik, dan sayangnya itu yang banyak dicoba oleh wisatawan," akunya.

Namun sekarang dengan adanya regulasi, kualitas dan kemasannya, ia optimis akan lebih baik lagi. "Pemasaran Arak Bali ini bisa menarik para wisatawan, bahkan membuka pasar baru secara internasional," jelas Arsana.

Sebelumnya, dalam Lomba Desain Kemasan Minuman Tradisional Arak Bali tersebut telah ditetapkan pemenang oleh dewan juri, yakni Juara I diraih I Made Januarta (Gianyar), Juara II I Wayan Parwata (Denpasar), dan Juara III diraih I Made Sadnyana (Buleleng). 

Masing-masing juara membawa pulang piagam, piala, uang tunai, yakni Rp 7.500.000 untuk juara pertama, Rp 5.000.000 untuk juara kedua, dan Rp 3.500.000 untuk juara ketiga.

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP