Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

PPKM Darurat, Volume Lalu Lintas di Jalan Tol Bali Mandara Turun

22 Juli 2021, 20: 50: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

PPKM Darurat, Volume Lalu Lintas di Jalan Tol Bali Mandara Turun

Ilustrasi (istimewa)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS – Selama PPKM Darurat pada 3 sampai 20 Juli 2021, kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara mencapai 7.500 kendaraan per hari atau turun sebesar 30 persen dibandingkan dengan lalu lintas harian (LHR) Semester I/2021. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, I Ketut Adiputra Karang.

Menurutnya, sebagian besar pengguna Jalan Tol Bali Mandara berasal dari sektor pariwisata. Dikarenakan sektor ini paling terdampak oleh Covid-19, maka Jalan Tol Bali Mandara juga ikut terdampak.

“Kami tidak bisa berharap banyak akan ada lonjakan atau kenaikan mobilitas dengan situasi pandemi Covid-19, khususnya di tengah PPKM darurat ini. Namun kami berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” ujar Adiputra, Kamis (22/7).

Baca juga: Gubernur Koster Perkuat Branding, Bikin Arak Bali Unggul Berdaya Saing

Turunnya volume lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara berdampak pada turunnya pendapatan jalan tol, yang mana harus bisa mempertahankan cashflow perusahan. Pihaknya pun telah mengerahkan berbagai upaya berupa efisiensi beban operasional expenditure (opex) dengan skala priorits. Serta, capital expenditure (capex) yang difokuskan hanya untuk pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) Jalan Tol. 

“Itu khususnya terkait layanan operasi jalan tol. Dengan fokus utama menjaga keberlangsungan layanan operasional dan pemenuhan SPM yang berkaitan dengan keamanan (safety) bagi pengguna jalan tol,” jelasnya.

Sementara untuk penyerapan Capex dan memenuhi SPM, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan di bulan Juli sampai September 2021. Diantaranya pada bulan Juli pihaknya telah melakukan peremajaan peralatan transaksi tol seperti server, sensor deteksi kendaraan dan peralatan tol lainnya.

“Kemudian pada bulan September 2021 kami akan mulai melakukan kegiatan pemeliharaan jalan tol Scrapping, Filling, Overlay (SFO). Yang mana kegiatan ini akan difokuskan di KM 0.00 sampai dengan KM 1.00 Nusa Dua,” ungkapnya.

Adiputra menyampaikan, pihaknya mendukung pelaksanaan PPKM Darurat Jawa- Bali guna memutus penyebaran Covid-19, sehingga roda perekonomian dapat segera membaik. 

Sementara itu, Jalan Tol Bali Mandara merupakan salah satu sektor pendukung pariwisata yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Pada semester I 2021, PT Jasamarga Bali Tol selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara mencatat volume lalu lintas transaksi sejumlah 1,9 juta kendaraan atau rata-rata 10.700 kendaraan perhari. Jumlah ini masih turun sebesar 76 persen atau 34.000 kendaraan perhari dibandingkan rata-rata tahun 2019.

“Penurunan volume lalu lintas tersebut disebabkan belum pulihnya sektor pariwisata. Khususnya wisatawan mancanegara yang disebabkan adanya kebijakan Pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia,” tandasnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP