Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

4 Hari Hilang Misterius, Bocah Asal Baha Ditemukan Tewas di Sungai

22 Juli 2021, 21: 23: 02 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

4 Hari Hilang Misterius, Bocah Asal Baha Ditemukan Tewas di Sungai

DUKA: Menghilangnya Deandra diakhiri berita duka, ia ditemukan tewas di hari keempat pencarian di aliran Tukad Dangkangan, Banjar Busana Kaja, Desa Baha, Mengwi, Badung, Kamis (22/7). (istimewa)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Sejak dikabarkan hilang secara misterius usai memancing, Senin (19/7) pukul 18.00 Wita, I Made Deandra Harumbawa Andyana, 11, berakhir tragis. 

Murid sekolah dasar ini ditemukan tewas dengan posisi telungkup di aliran Tukad Dangkangan, Banjar Busana Kaja, Desa Baha, Mengwi, Badung di hari keempat pencarian, Kamis (22/7).

Kasubag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa menerangkan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama I Made Redep, 66, yang hendak mandi di Sungai Cengkok, sambil mencari rumput pukul 17.30 Wita. "Sesampainya di sungai Cengkok, ternyata ada orang mandi, sehingga saksi turun ke sungai Dangkangan," ujarnya.

Baca juga: PPKM Darurat, Volume Lalu Lintas di Jalan Tol Bali Mandara Turun

Tewas di Sungai, Kematian Bocah Deandra Masih Misterius (I Gede Paramasutha)

Saat di sungai Dangkangan, Redep mencari buah kelapa yang jatuh. Namun, alangkah terkejutnya karena melihat ada mayat anak laki-laki mengambang di sungai dengan posisi telungkup. 

Mengingat ada kabar anak yang hilang, saksi pun menduga mayat itu adalah Made Deandra, sehingga dia langsung menghubungi pihak keluarga, lalu diteruskan ke kepolisian.

"Mayat ditemukan  mengambang tertelungkup menggunakan celana pendek hitam garis coklat baju kaos hitam dengan poisisi kepala berada di utara, kondisi mayat sudah mengalami pembusukan," lanjutnya. 

Sementara Kapolsek Mengwi, AKP I Nyoman Darsana dikonfirmasi terpisah, menjelaskan lokasi ditemukannya bocah itu dengan lokasi tegalan tempatnya dikabarkan hilang cukup jauh sekitar satu kilometer.

Anehnya, kematian Deandra ini bukanlah karena hanyut. Sebab, dari sungai di tegalan Banjar Busana Kaja, Desa Baha tempatnya sempat mancing tersebut, lokasi meninggal ini berada di hulu. 

"Kami menyusuri aliran sungai ke hilir di tegalan tempat korban terakhir terlihat, sebab kalau hanyut kan pasti ke hilir, tapi kami bersama pihak terkait menyimpulkan tidak mungkin yang bersangkutan hanyut karena alirannya kecil. Ternyata ditemukannya cukup jauh 1 km di utara atau ke hulu," bebernya.

Bahkan, aliran sungai di lokasi Deandra meninggal pun arusnya sangat kecil. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD ini diduga terus berjalan ke utara tegalan tersebut. Namun, belum diketahui apa yang terjadi hingga ia bisa tewas di tempat kejadian perkara (TKP). 

"Nah waktu hilang kan sandikala  (sore menjelang malam). Dia mungkin terus berjalan ke utara dengan kondisi gelap, tapi belum bisa disimpulkan apakah dia terjatuh atau bagaimana," tambahnya.

Selain itu, hasil pemeriksaan sementara dan secara kasat mata, AKP Darsana menyebut tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.  Jenazah Deandra sudah dibawa ke RSUP Sanglah untuk pemeriksaan lebih lanjut sambil menunggu tindakan dari pihak keluarga. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP