Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Desa Rendang Tak Ambil Beras Kemensos

22 Juli 2021, 21: 37: 18 WIB | editor : Nyoman Suarna

Desa Rendang Tidak Ambil Beras Kemensos

Kepala Dinas Sosial Karangasem I Gede Basma (Agus Eka Purna Negara/Bali Express)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 selama penerapan PPKM Darurat. Salah satu bantuan yang akan digelontorkan adalah 5 kg paket beras per orang dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Kabupaten Karangasem mendapat bagian yang sama seperti daerah lainnya, sekitar 3.000 paket beras. Dinas Sosial Karangasem akan menerima kiriman ribuan paket tersebut akhir pekan ini. Namun, dari 78 desa/kelurahan di Karangasem, Desa Rendang di Kecamatan Rendang memilih tidak mengajukan permohonan nama calon penerima.

Perbekel Desa Rendang I Nengah Kariasa membenarkan perihal tersebut. Desa Rendang mendapat bagian 38 paket beras dari 3.000 paket yang akan disebar ke 78 desa/kelurahan. Menurutnya, jika sasaran penerima bantuan mengacu kepada masyarakat yang terdampak pandemi, paket bantuan itu tentu tidak sesuai dengan jumlah warga yang terdampak.

Baca juga: 4 Hari Hilang Misterius, Bocah Asal Baha Ditemukan Tewas di Sungai

Karena itu, pihaknya sepakat menolak mengajukan permohonan calon penerima bantuan paket beras. Bahkan sikap itu diyakini dengan surat pernyataan tertanggal 22 Juli 2021. Dirinya beralasan, jika bantuan tersebut diambil akan menimbulkan kecemburuan di antara warga, mengingat kuota yang didapat sangat terbatas.

“Pembagiannya sudah jelas, paket beras 5 kilogram per KK. Hanya 38 paket di Desa Rendang. Kalau menyebut masyarakat terdampak pandemi, apalagi PPKM Darurat, kami rasa kondisi semua masyarakat sama terdampak. Tidak hanya 38 saja. Nanti yang lain akan ricuh. Apalagi ini bantuan sekali saja,” jelas Kariasa, Kamis (22/7).

Dia menegaskan, sikap tersebut bukanlah bentuk perlawanan. Bahkan dirinya menyadari bantuan paket beras penting. Di sisi lain, sebagian besar masyarakatnya sepakat atas keputusan itu. Pihaknya hanya ingin menjaga stabilitas desa mengingat tidak semua warga terdampak PPKM mendapat paket beras. “Ini memang akan jadi pro kontra. Tapi sebagian masyarakat memahami. Kami menjaga stabilitas dulu,” tegasnya. 

Kepala Dinas Sosial Karangasem I Gede Basma membenarkan, tiap desa rata-rata mendapat jatah bantuan paket beras sebanyak 33 sampai maksimal 39 paket tiap desa. Bantuan tersebut akan disuplai ke Karangasem akhir pekan ini. Bahkan dari data yang dipegangnya, nama-nama calon penerima bantuan di luar bansos PKH, BPNT, dan BST itu baru mencapai 60 persen. “Kami masih menunggu. Nanti akan kami drop ke tiap desa,” ujar Basma.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP