Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sekitar 50 Ton Ikan di Danau Batur Mati karena Semburan Belerang

23 Juli 2021, 18: 48: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sekitar 50 Ton Ikan di Danau Batur Mati karena Semburan Belerang

MATI: Ikan mati diangkat dari Danau Batur. (Istimewa)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Semburan belerang di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli berimbas terhadap keberadaan ikan. Kejadian sejak Rabu (14/7) lalu itu mengakibatkan sekitar 50 ton ikan mati. Hal tersebut disampakan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma, Jumat (23/7).

Sarma menyebutkan, puluhan ton ikan mati tersebut ada yang di Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga, termasuk ikan liar. Dari sekian banyak bangkai ikan, sekitar 26 ton sudah diangkut oleh dinas, dibawa ke seorang petani di wilayah Desa Pengotan, Bangli. Sisanya dikubur oleh warga sekitar danau. Ada juga masih mengapung, terutama ikan liar. “Sekitar 50 ton itu hitungan kasar, kami masih proses menghitung,” jelas Sarma.

Jumlah ikan mati ini lebih banyak dari kejadian serupa awal Maret 2021. Saat itu sekitar 14 ton ikan mati. Sarma menyebutkan, ikan mati kali ini terbilang banyak karena memang semburan belerang terjadi hampir di semua titik KJA. Berbeda dengan beberapa bulan lalu. Seingat dia, semburan belerang sebatas terjadi di wilayah Desa Buahan dan Abang Batudinding.

Baca juga: Sembako Gotong Royong di Bangli Mulai Dibagikan

Sarma memperkirakan, kematian ikan tidak akan bertambah lagi.  Sebab berdasarkan hasil pantauannya hingga Jumat sore, tidak ada lagi semburan belerang. Itu sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Sekarang tinggal membersihkan sisa bangkai ikan di KJA maupun yang tercecer karena terombang-ambing ombak.

Tindak lanjut dari kejadian itu, Sarma menegaskan akan menghitung secara detail jumlah ikan mati termasuk kerugian pembudidaya. Selain sebagai laporan, data itu untuk mengajukan bantuan ke Pemprov Bali dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebab bantuan dari APBD kabupaten sudah sangat sulit terealisasi, apalagi di tengah pandemi Covid-19. “Kami tetap ajukan bantuan ke provinsi dan pusat,” tegasnya.

Permohonan bantuan rutin setiap terjadi semburan belerang yang mengakibatkan banyak ikan mati. Tetapi belum pernah berhasil. “Pengalaman sebelumnya, tidak pernah dapat bantuan,” tandas Sarma.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP