Kamis, 23 Sep 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Berlanjut, Vaksinasi Bagi Sektor Jasa Keuangan Targetkan 2.000 Peserta

23 Juli 2021, 18: 48: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Berlanjut, Vaksinasi Bagi Sektor Jasa Keuangan Targetkan 2.000 Peserta

BERLANJUT: Pemberian vaksinasi Covid-19 pada tenaga kerja keuangan di wilayah Bali. (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kegiatan vaksinasi Covid-19 kembali digelar untuk Sektor Jasa Keuangan yang bertempat di Plaza Renon, Denpasar. Program tersebut diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah Provinsi Bali, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Program yang diselenggarakan selama dua hari yakni 23 sampai 24 Juli ini menyasar 2.000 peserta vaksinasi yang berasal dari pegawai, keluarga pegawai, nasabah industri sistem pembayaran dan jasa keuangan, serta anak-anak usia 12 sampai 17 tahun dan masyarakat umum.

Selain perwakilan dari Bank Indonesia dan OJK, gelaran vaksinasi juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.

Baca juga: Realisasi Stimulus Listrik Capai Rp 6,75 Triliun Semester I 2021

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah Provinsi Bali telah menyelenggarakan 18 kali kegiatan vaksinasi massal dengan total peserta mencapai 11.900 orang sejak Maret 2021. Kabar baiknya, kata dia, per Jumat (23/7) pencapaian herd immunity di Bali diperkirakan telah 100 persen. Yang mana berdasarkan data per kemarin, herd immunity telah mencapai 99,2 persen. Sementara di sektor jasa keuangan di Bali sendiri, vaksinasi telah mencapai 90 persen.

“Jadi pelaksanaannya hari ini 1.000 vaksinasi, besok 1.000 vaksinasi. Vaksinasi diberikan mulai usia 12 tahun jadi untuk anak-anak juga karena menggunakan jenis vaksin Sinovac,” kata dia.

Trisno mengatakan, untuk membentuk herd immunity di Provinsi Bali, diperlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, BUMD, swasta dan tentu saja masyarakat Bali sendiri. “Saya ingin menekankan bahwa vaksinasi tidak bertujuan untuk membuat seseorang menjadi kebal dan terbebas total dari Covid-19. Vaksinasi juga tidak serta merta menggantikan implementasi protokol kesehatan. Oleh karena itu, pelaksanaan vaksinasi harus tetap diiringi dengan disiplin protokol kesehatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto mengungkapkan, saat ini Indonesia masih berperang melawan Covid-19. OJK memberi dukungan terhadap percepatan program vaksinasi nasional dengan melakukan vaksinasi kepada pegawai OJK, keluarga, dan juga nasabah atau masyarakat termasuk pelajar usia 12 sampai 17 tahun bertempat di Kantor OJK. “OJK menyediakan 10 juta orang secara nasional untuk divaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi ini juga untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Salah satu pelaksanaan vaksinasi itu adalah yang digelar hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Jumlah peserta yang telah divaksin OJK telah mencapai 7.107 orang dengan target capaian vaksinasi dari OJK pusat 9.545 orang di Bali. “Dalam beberapa waktu ke depan, kami akan menyelenggarakan vaksinasi yang menyasar kepada pelajar di beberapa sekolah. Untuk pelajar, kami telah bekerja sama dengan 10 SMA/SMK dan SMP. Nantinya vaksinasi ini diharapkan dapat segera membantu pencapaian dari target yang telah ditetapkan pemerintah,” terangnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP